Bogor24Update – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, mencatat sebanyak 2.163 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) telah terjadi di Kabupaten Bogor sepanjang 2025.
Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty mengatakan bahwa ribuan kasus itu tersebar di seluruh kecamatan. Namun jumlah tertinggi berada di wilayah Cibinong dengan 285 kasus.
“Sebaran kasus tertinggi itu ada di Kecamatan Cibinong 285 kasus, lalu Cileungsi 204, Gunungputri 201, Jonggol 160, Cisarua 128, Bojonggede 114, Citeureup 105, Rumpin 96, Sukaraja 61, Cigudeg 40, dan sisanya sebaran kasus kecil di kecamatan lainnya,” ungkap Fusia, Jumat 27 Februari 2026.
Dari ribuan kasus tersebut, ada sekitar enam orang yang telah meninggal dunia. Dengan satu laki-laki dan lima perempuan.
“Yang meninggal di Kecamatan Gunungputri ada dua orang, Cibinong satu orang, Bojonggede satu orang, Klapanunggal satu orang, dan Parungpanjang satu orang. Rinciannya laki-laki satu orang berusia 77 tahun, perempuan lima orang berusia 9 tahun, 17 tahun, 7 tahun, 4 tahun, dan 7 tahun,” ucapnya.
Fusia mengaku, Dinkes Kabupaten Bogor telah melakukan sejumlah upaya mengentaskan DBD, khususnya di wilayah yang terdapat kasus meninggal dunia.
“Sudah dilakukan penyuluhan, PSN 3+, larvasid, dan fogging focus,” tuturnya.
Ia menyebut penyebab tingginya kasus DBD pada 2025 itu disebakan oleh faktor cuaca dan kondisi lingkungan yang kurang bersih dengan mengakibatkan banyaknya tempat perindukan nyamuk.
“Maka, kita akan terus melakukan penyuluhan, PSN, bebersih pada Jumat Bersih, melaporkan ke puskesmas apabila ada gejala DBD, pengendalian vektor nyamuk melalui larvasida atau fogging, dan melibatkan semua sektor dalam pengendalian DBD,” pungkasnya.(*)





















