Bogor24Update – Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengecek lokasi kebakaran yang melanda tiga ruko di Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu 25 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil pengecekan sementara, peristiwa yang laporannya diterima sekitar pukul 01.30 WIB itu diduga dipicu korsleting listrik.
“Yang pertama, tentu kita merasa prihatin. Tadi hasil pengecekan sementara, dugaannya adalah instalasi kabel listrik yang sudah tua kurang terawat dan mengakibatkan mungkin terjadi korsleting percikan api,” ujar Dedie kepada wartawan .
Dedie mengimbau kepada masyarakat, khususnya pemilik toko di kawasan Jalan Suryakencana yang memiliki bangunan berusia tua, untuk memeriksa kembali kondisi instalasi listrik guna mencegah kejadian serupa
“Jadi saya meminta masyarakat, khususnya di kawasan Jalan Suryakencana dimana banyak sekali toko-toko yang usianya cukup tua, untuk memeriksa kembali instalasi listriknya,” katanya.
Baca Juga : Tiga Ruko di Suryakencana Bogor Terbakar, 15 Unit Mobil Pemadam Dikerahkan
Dalam proses pemadaman dan penanganan kebakaran, dijelaskannya, sempat menghadapi sejumlah kendala.
Dimana petugas mengalami kesulitan menembus bagian dalam bangunan karena terhalang teralis, pintu rolling door, serta jeruji besi. Bahkan, gergaji mesin yang digunakan petugas sempat patah.
“Itu adalah salah satu hal yang menjadi kesulitan penanganan,” ungkapnya.
Menurut Dedie, kebakaran diduga semakin cepat membesar karena adanya sepeda listrik yang memiliki baterai di toko sepeda yang menjadi titik awal kebakaran.
“Dari toko sepeda awal kebakaran, kita juga menduga karena ada sepeda listrik yang berisi baterai. Itu mempercepat proses terbakarnya,” tuturnya.
Selain itu, penanganan juga terkendala asap tebal yang menyulitkan petugas menjangkau bagian atas bangunan. Salah satu toko yang terdampak diketahui memiliki empat lantai.
“Ini sedang dalam penanganan penuh, masih dalam penanganan, karena toko ini lantai empat dan tadi agak sulit ditembus ke atasnya karena asap tebal,” terangnya.
Kata Dedie, petugas masih melakukan penanganan dan pendinginan di sejumlah bagian bangunan. Area belakang telah tertangani, sementara penanganan di bagian depan masih berlangsung.
“Yang terbakar secara langsung ada tiga ruko, sementara yang terdampak tentu mencakup dua ruko lainnya. Tetapi sejauh ini masih bisa dikendalikan. Yang lainnya sudah didinginkan,” pungkasnya.(*)




















