Bogor24Update – Di tengah mencuatnya isu perpanjangan masa jabatan Direksi Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) Kota Bogor, yang dikemukakan oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, membuat anggota Komisi II DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi angkat suara.
Berdasarkan fungsi pengawasan yang dilakukannya selama ini, Ahmad Aswandi mengungkapkan catatan merah untuk jajaran direksi Perumda PPJ Kota Bogor.
Persoalan pertama, ia menyebut buruknya komunikasi yang dibangun oleh jajaran direksi Perumda PPJ Kota Bogor kepada para pedagang ataupun DPRD Kota Bogor selaku mitra kerja.
Hal tersebut, kata dia, berimbas kepada minimnya angka okupansi di Pasar Tanah Baru, Pasar Pamoyanan, dan Pasar Jambu Dua.
“Mengelola BUMD ini bukan seperti mengelolakan perusahaan pribadi, harus banyak yang dikomunikasikan,” ungkap pria yang akrab disapa Kiwong kepada awak media, Jumat, 26 Januari 2024.
Tak hanya itu, Kiwong mengatakan, gelombang amarah para pedagang Plaza Bogor pun terus berdatangan ke DPRD Kota Bogor lantaran kecewa saat mereka diminta mengosongkan bangunan, namun hingga saat ini belum ada progres dari rencana revitalisasi Plaza Bogor tersebut.