Bogor24Update – Dua korban kebakaran di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit PMI, Jumat, 6 Maret 2026.
Kedua korban selamat kebakaran yang menghanguskan rumah kontrakan pada Kamis, 5 Maret 2026 malam ini merupakan nenek dan cucu.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim turut menjenguk korban di rumah sakit.
Dalam kunjungannya, Yantie Rachim didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan, dokter dari RS PMI, camat, serta lurah setempat.
Yantie Rachim menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang balita berusia 1 tahun 4 bulan yang menjadi korban dalam peristiwa kebakaran tersebut.
Ia mengatakan bahwa pada saat kejadian itu, ibu dari kedua anak tersebut tidak berada di rumah karena sendang bekerja.
“Ada tiga korban, yaitu seorang balita yang meninggal dunia, seorang nenek, dan seorang anak berusia 8 tahun,” ujar Yantie.
Ia menuturkan, kondisi dua korban yang selamat cukup serius. Sang nenek mengalami luka bakar sekitar 70 hingga 80 persen.
“Dan anak berusia 8 tahun mengalami luka bakar sekitar 60 hingga 70 persen,” imbuhnya.
Yantie menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan terus mendampingi proses perawatan korban bersama tim medis dari RS PMI.
Ia menambahkan, untuk korban anak kemungkinan akan menjalani tindakan operasi, sementara korban nenek direncanakan dirujuk ke rumah sakit di Jakarta karena membutuhkan penanganan khusus.
“Kami juga mengimbau warga Kota Bogor agar selalu berhati-hati terhadap barang-barang yang beresiko tinggi di rumah seperti tabung gas elpiji, instalasi listrik, dan peralatan elektronik lainnya,” ujarnya.
Selain itu, Pemkot Bogor juga menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok dan uang duka cita bagi keluarga korban, serta membantu menyelesaikan kendala administrasi BPJS korban.
“Jika mereka sudah sembuh dan bisa pulang kami sudah menyiapkan hunian sementara (kontrakan) dekat rumah mereka yang bisa ditinggali selam tiga bulan,” kata Yantie Rachim.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna, menjelaskan bahwa korban sebenarnya merupakan peserta BPJS mandiri, namun sempat mengalami tunggakan pembayaran.
“Alhamdulillah hari ini sudah kita selesaikan sehingga proses pembiayaan baik untuk pasien anak yang dirawat di RS PMI maupun pasien nenek yang akan dirujuk ke Jakarta sudah klir dan dijamin oleh BPJS,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Direktur Pelayanan Medis RS PMI Kota Bogor, dr. Firmansyah Abdi, mengatakan kondisi korban nenek saat ini dirawat di ruang intensif dengan luka bakar derajat dua sekitar 80 persen.
Selain itu, terdapat dugaan trauma pada saluran pernapasan, sehingga memerlukan penanganan di rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap.
“Untuk kondisi tersebut perawatan terbaik ada di rumah sakit tipe A. Karena di Bogor belum ada rumah sakit tipe A, kami sudah berkoordinasi untuk rujukan ke rumah sakit besar di Jakarta seperti RSCM, RS UI, atau RS Persahabatan,” ujarnya.
Sedangkan untuk korban anak yang dirawat di Ruang Mawar ini penanganan akan dilakukan oleh dokter bedah plastik dengan rencana operasi pembersihan luka dan pergantian perban.
Kemudian sebelum itu pihaknya akan memperbaiki kondisi pasien dengan mengganti mineral-mineral yang sudah hilang akibat luka bakar.
“Untuk sementara anak akan dirawat lebih intensif di ruang perawatan intensif anak,” tutupnya. (*)





















