Bogor24Update – Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Anita Primasari Mongan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk memaksimalkan pendapatan daerah dari deviden Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Hal itu dikarenakan kondisi keuangan daerah yang masih minus pada Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2024.
“Bagi BUMD yang sudah mendapatkan PMP (penyertaan modal pemerintah), agar lebih kreatif, inovatif dalam mencari terobosan-terobosan yang dapat lebih meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah) dan dalam memberi pelayanan masyarakat yang lebih maksimal,” ujar Anita saat pembahasan KUA-PPAS 2024 antara komisi II dengan mitra kerjanya, Selasa, 8 Agustus 2023.
Dia menyoroti salah satu BUMD, yakni Perumda Trans Pakuan. Namun Anita menilai langkah-langkah yang diambil oleh direktur utama beserta jajarannya perlu diapresiasi karena tren pendapatan positif yang mulai meningkat.
Dia pun berharap dengan terus berbenah sambil mencari ide-ide baru untuk dapat memajukan perusahaan dan sejalan dengan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
“Dengan tren pendapatan yang positif naik terus perlahan-lahan, memberi rasa optimis bahwa perumda ini akan maju. Kami harap hal ini bisa ditiru oleh BUMD lainnya,” ujarnya.
Sementara mengenai pendapatan daerah, Anita meminta juga sektor pajak daerah untuk terus ditingkatkan di tahun 2024 mendatang.