Bogor24Update – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) beserta susu yang diduga mengakibatkan keracunan ratusan siswa SMPN 2 Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, telah dibawa untuk dilakukan uji laboratorium.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty menyebut butuh waktu minimal tiga hari untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan tersebut.
“Hasil lab nanti kita akan koordinasi, tapi paling sebentar itu mungkin sekitar 3×24 jam,” ujar Fusia kepada wartawan, Kamis 22 Oktober 2026.
Baca Juga : Korban Dugaan Keracunan MBG di SMPN 2 Cisarua Puncak Bertambah Jadi 103 Orang
Fusia menjelaskan, para siswa mengalami keracunan usai diduga menyantap MBG dengan menu nasi, telur, wortel dan jagung, sayur, serta susu UHT.
Musabab, lanjut dia, satu per satu siswa mengalami gejala mual, sakit perut, hingga badan lemas usai menyantap menu MBG tersebut.
“Sampel makanan yang dimakan semua dari yang tersedia itu dibawa untuk diperiksa, termasuk susu minumannya,” ucapnya.
Baca Juga : Breaking News! 80 Orang di SMPN 2 Cisarua Puncak Diduga Keracunan MBG
Lebih lanjut, Fusia berharap tidak ada korban keracunan yang bertambah pasca ratusan siswa dilarikan ke RSPG Cisarua untuk penanganan medis.
“Sebagian besar dari siswa yang dibawa ke rumah sakit ini dalam waktu dekat akan dipulangkan secara bertahap karena dari jumlah itu hanya satu yang terindikasi rawat inap,” pungkasnya.(*)





















