Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor lewat Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bogor 2027 di IPB International Convention Center, Rabu, 8 April 2026.
Dalam kegiatan itu juga dilaksanakan kick off Bogor Innovation Award (BIA) 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan prestasi generasi muda.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan ajang ini menjadi penghargaan bagi pelajar dan siswa Kota Bogor yang telah menorehkan prestasi hingga tingkat internasional.
“Ini adalah ajang penghargaan bagi anak-anak muda Kota Bogor yang telah mengukir prestasi di tingkat internasional. Kami ingin menampilkan mereka agar semakin termotivasi, sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk menyampaikan pandangan dan harapan terhadap masa depan kotanya,” ujarnya.
Musrenbang RKPD 2027 juga menjadi tempat untuk menyerap aspirasi generasi muda terkait pembangunan Kota Bogor ke depan.
Dalam hal pembangunan, kata Dedie, Pemkot Bogor ingin melanjutkan pembangunan Jalan R3 agar kemacetan di tengah kota bisa terurai.
Menurutnya, jika tidak fokus kepada satu atau dua titik pembangunan infrastruktur atau hanya sifatnya fluktuatif on off tentu tidak akan tersambung.
“Mangkanya konsistensi dari eksekutif dan legislatif dibantu oleh stakeholder untuk terus mendorong bisa terselesaikannya pembangunan R3 tepat waktu,” tuturnya.
Selain R3, Pemkot Bogor juga akan melanjutkan pembangunan Jalan R2 serta pengembangan sarana olahraga, pendidikan, dan kesehatan sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan publik.
Terkait proyek Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Galuga, kata ia, telah memasuki tahap selesai lelang dan sudah memiliki pemenangnya.
Ia berharap adanya koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terkait penetapan final lokasi, mengingat proyek tersebut merupakan bagian dari pengelolaan sampah regional Bogor Raya.
Selain itu, Pemkot Bogor juga telah menandatangani kesepakatan pengembangan aglomerasi pengolahan sampah di kawasan Kayumanis bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Tindak lanjutnya proses lelang akan masuk ke tahap dua. Jadi ke depan pengelolaan persampahan Kota Bogor insyaallah bisa tuntas dengan terbangunnya PSEL dan aglomerasi (Kayumanis),” pungkasnya. (*)




















