Bogor24Update – Berawal dari kegiatan santunan, komunitas Paperina Peduli membuka program donasi untuk anak-anak penyandang cerebral palsy di Bogor.
Langkah ini dilakukan untuk membantu keluarga yang selama ini berjuang memenuhi kebutuhan terapi dan nutrisi anak.
Perwakilan Paperina Peduli, Jimmy Carter, menjelaskan bahwa gagasan tersebut berawal dari kegiatan santunan beberapa tahun lalu.
Pada saat itu, relawan berinteraksi langsung dengan anak-anak penyandang cerebral palsy dan menyaksikan tantangan yang dihadapi keluarga mereka setiap hari.
“Kami melihat sendiri bagaimana perjuangan orang tua yang memiliki anak penyandang cerebral palsy. Mereka harus mendampingi anak menjalani terapi, memenuhi kebutuhan nutrisi, sekaligus mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga. Bebannya sangat besar,” ujarnya.
Dari pengalaman itu membuat Paperina Peduli tidak ingin berhenti pada kegiatan santunan sesaat. Kemudian komunitas itu berinisiatif menjalankan program bantuan yang bersifat berkelanjutan agar keluarga penerima manfaat mendapatkan dukungan setiap bulan.
Sejak sekitar tiga bulan terakhir, dijelaskan ia, Paperina Peduli rutin menyalurkan bantuan kepada sejumlah anak penyandang cerebral palsy.
Adapun bantuan yang diberikan yaitu susu, biskuit, serta kebutuhan nutrisi lain yang dibutuhkan anak untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Anak penyandang cerebral palsy, kata ia, membutuhkan perhatian yang tidak sedikit. Selain menjalani fisioterapi dan terapi wicara secara rutin, sebagian anak juga membutuhkan alat bantu gerak, obat-obatan, hingga asupan nutrisi yang memadai.
“Kami memahami tidak semua keluarga memiliki kemampuan ekonomi yang sama. Karena itu kami ingin hadir untuk sedikit meringankan beban mereka. Bantuan ini mungkin tidak menyelesaikan semua persoalan, tetapi kami berharap bisa menjadi penyemangat agar mereka terus berjuang mendampingi anak-anaknya,” jelas Jimmy
Ia mengungkapkan, banyak orang tua yang harus mengatur kembali pengeluaran keluarga agar anak tetap bisa menjalani terapi. Dalam kondisi tertentu, ada yang terpaksa mengurangi frekuensi terapi maupun kebutuhan lain karena keterbatasan biaya. Padahal, terapi yang dilakukan secara rutin memiliki peran penting dalam membantu perkembangan kemampuan motorik dan kemandirian anak.
Lewat program tersebut, Paperina Peduli mengajak masyarakat ikut ambil bagian membantu anak-anak penyandang cerebral palsy.
Ia menjelaskan, donasi yang terkumpul akan disalurkan setiap bulan kepada para penerima manfaat sesuai kebutuhan yang telah didata oleh relawan.
“Kami mengetuk pintu hati masyarakat. Siapa pun yang ingin berbagi kasih kepada adik-adik kita penyandang cerebral palsy, kami membuka kesempatan seluas-luasnya. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka,” katanya.
Ia memastikan seluruh bantuan yang diterima akan disalurkan secara terbuka. Paperina Peduli juga akan menyampaikan laporan dan dokumentasi penyaluran kepada para donatur sebagai bentuk pertanggungjawaban.
“Kami ingin para donatur mengetahui bahwa amanah yang diberikan benar-benar sampai kepada anak-anak yang membutuhkan. Karena itu setiap penyaluran akan kami laporkan dan dokumentasikan,” katanya.
Ia berharap gerakan tersebut dapat mengajak lebih banyak masyarakat untuk peduli terhadap anak-anak penyandang cerebral palsy.
“Semoga semakin banyak orang yang tergerak membantu, sehingga semakin banyak pula anak-anak istimewa yang bisa terus mendapatkan perhatian, nutrisi, dan semangat untuk menjalani hari-harinya,” pungkas Jimmy. (*)





















