Bogor24Update – Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan kulit ketupat mengalami peningkatan signifikan. Hal itu diungkapkan Otang, seorang pedagang kulit ketupat yang setiap tahun berjualan di kawasan Pasar Jambu Dua, Kota Bogor.
Otang mengatakan bahwa harga kulit ketupat tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk ukuran besar, kulit ketupat dijual seharga Rp15.000 per ikat yang berisi 10 buah. Sementara ukuran yang lebih kecil dibanderol Rp10.000 per ikat dengan jumlah yang sama.
“Alhamdulillah, sekarang sudah mulai laku berat. Hari ini saja sudah laku sekitar 50 ikat,” ujar Otang saat ditemui di lapaknya, Rabu, 18 Maret 2026.
Meski harga mengalami kenaikan, Otang menyebut, antusiasme masyarakat atau pembeli justru meningkat.
“Kalau dibandingkan tahun kemarin, sekarang ada peningkatan harga yang cukup jauh. Tapi pembeli justru lebih ramai, antusiasmenya lebih terasa,” ucapnya.
Dirinya juga menyediakan bahan baku janur untuk memenuhi permintaan. Saat ini, harga janur mencapai sekitar Rp300.000 per seribu lembar.
Sedangkan untuk proses produksi, ia mengombinasikan antara membuat sendiri dan membeli dari pengrajin lain, dengan ongkos pembuatan sekitar Rp150 per buah.
“Targetnya perhari bisa sedia sampai 100 ribu janur atau kulit ketupat,” katanya.
Selain melayani pembelian langsung di pasar, Otang juga mulai memanfaatkan sistem pemesanan daring melalui aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp.
Pelanggan biasanya memesan terlebih dahulu, kemudian datang untuk mengambil pesanannya.
“Sekarang banyak juga yang pesan lewat online atau WA. Jadi tinggal ambil saja kalau barangnya sudah siap,” ungkapnya.
Bukan hanya kulit ketupat, lanjut ia, kenaikan harga juga terjadi pada bahan pendukung lainnya. Daun pisang yang sebelumnya dijual Rp5.000 kini naik menjadi Rp7.000. Sementara harga pepaya per kilogram mencapai Rp30.000 dari harga normal sekitar Rp25.000.
“Memang mau Lebaran begini semua harga merangkak naik,” pungkasnya. (*)




















