Bogor24Update – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meninjau progres pembangunan Jalan Regional Ring Road (R3) lanjutan dari Katulampa Buleud sampai Katulampa Bendungan, Kecamatan Bogor Timur.
Dedie Rachim mengungkapkan, bahwa pada tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Jalan R3 sepanjang 450 meter dari Katulampa Buleud hingga Katulampa Bendungan.
“Alhamdulillah, ada progres dan ada kemajuan. Tahun ini kita alokasikan untuk pembangunan sepanjang 450 meter dari Katulampa Buleud sampai dengan Katulampa Bendungan,” kata Dedie Rachim, Selasa, 25 Agustus 2026.
Kata ia, pelaksanaan pembangunan di lapangan masih menghadapi sejumlah dinamika. Namun, ia optimistis persoalan tersebut dapat segera diselesaikan.
“Tetapi saya optimis urusan ini akan segera diselesaikan,” ucapnya.
Selain itu, kondisi cuaca yang mendukung diharapkan olehnya dapat dimanfaatkan kontraktor untuk mempercepat pekerjaan pembangunan.
“Ini mumpung cuacanya mendukung, jadi progres dari pelaksananya juga bisa diakselerasi,” ujarnya.
Dedie Rachim menjelaskan, untuk progres pembangunan ruas sepanjang 450 meter yang saat ini dikerjakan, baru mencapai sekitar 8 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan deviasi positif sekitar 5 persen dibandingkan target.
“Artinya dari target sudah tinggal kita mengakselerasi. Ada beberapa obstacle yang harus kita selesaikan,” terangnya.
Setelah itu, Pemkot Bogor juga harus menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan jembatan, termasuk rekomendasi teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum.
Selain itu, Pemkot Bogor akan mempertimbangkan pengajuan permohonan bantuan pembiayaan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan jembatan.
“Kalau memungkinkan, kita akan ajukan permohonan kepada pemerintah pusat untuk dibantu pembiayaan pembangunan jembatannya,” tuturnya.
Untuk tahap selanjutnya, pemerintah akan melakukan pembebasan lahan dari Katulampa Bendungan menuju Sindangrasa, kemudian Sindangsari hingga Wangun dengan total panjang sekitar 1,7 kilometer.
Terkait pembangunan jembatan, Dedie Rachim menyebut, bentang Sungai Ciliwung sekitar 60 meter. Dengan tambahan area di sisi kiri dan kanan masing-masing sekitar 10 meter, sehingga total bentang diperkirakan mencapai 80 meter.
“Biaya pembangunan jembatan kurang lebih Rp80 miliar,” imbuhnya.
Sementara itu, pembebasan lahan untuk ruas sepanjang lebih dari satu kilometer masih membutuhkan proses. “Tapi Kita tidak boleh mundur, kalau memang mau selesai, ya harus konsisten,” tegas Dedie Rachim.
Pemkot Bogor menargetkan seluruh akses jalan dari Wangun hingga Jambu Dua dapat tersambung dan selesai sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat pada 2029–2030.
“Target 2029–2030 itu sudah bisa dinikmati masyarakat. Kita harus terus berikhtiar,” pungkasnya. (*)




















