Bogor24Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, menanggapi kekisruhan yang terjadi di wilayah Citeureup, buntut penamaan Ruko Pangeran Sake.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto mengaku telah menerima informasi tersebut.
Ia mengatakan, bahwa penamaan pada ruko itu akan dievaluasi dan didiskusikan dengan Bupati Bogor, Rudy Susmanto.
“Kami dari DPKPP akan menyesuaikan masalah papan nama yang terdapat penolakan itu, akan kita sesuaikan dan diskusikan dengan pak Bupati Bogor (Rudy Susmanto),” ujar Eko kepada wartawan, Senin 5 Januari 2026.
Pemkab Bogor, kata dia, terbuka menerima saran dan masukan dari kalangan masyarakat untuk penamaan yang tepat terhadap ruko dan shelter tersebut.
“Kita dari Pemkab Bogor welcome terhadap masyarakat sekitar yang berkaitan dengan papan nama, yang jelas papan nama itu bisa diterima oleh masyarakat setempat,” tuturnya.
Eko mengungkapkan, saat ini belum ada titik temu antara masyarakat dengan Pemkab Bogor mengenai nama pengganti dari Ruko Pangeran Sake.
Oleh karena itu, Eko akan terus berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat setempat agar tidak terjadi kekisruhan.
“Nanti kita lihat hasil diskusi internal Pemkab Bogor yang ke depannya bakal melibatkan tokoh masyarakat setempat,” pungkasnya.(*)






















