Bogor24Update – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor 2025 untuk masa kerja mulai pada 1 Januari 2026.
Dedie Rachim menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari bagaimana Pemkot Bogor dapat melakukan langkah-langkah kinerja yang sudah ditetapkan.
“Tanpa P3K paruh waktu rasanya agak sulit juga kalau hanya mengandalkan PNS atau P3K. Jadi P3K paruh waktu adalah dukungan besar bagi pemerintah dalam meningkatkan kinerja dan memastikan pelayanan kepada masyarakat dapat dilaksanakan,” ujar Dedie usai menjadi pembina upacara dalam peringatan HUT ke-54 KORPRI tingkat Kota Bogor di lapangan Sempur, Senin, 1 Desember 2025.
Adapun jumlah penerima SK, kata Dedie, totalnya 3.868 P3K paruh waktu dengan rincian 200 guru, 17 tenaga kesehatan, dan 3.651 tenaga teknis yang terbagi menjadi empat jabatan yaitu, 749 pengelola umum operasional, 2.492 operator layanan operasional, 116 pengelola layanan operasional, dan 294 penata layanan operasional.
Ia menekankan pentingnya kepedulian seluruh ASN, P3K, maupun P3K paruh waktu terhadap isu lingkungan, terlebih melihat berbagai bencana yang belakangan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia menyebut, kerusakan lingkungan menjadi pemicu utama bencana dan mengingatkan bahwa Kota Bogor pun tidak bebas dari potensi risiko serupa.
“Masalah kebencanaan itu tinggal menunggu waktu. Yang paling penting adalah mitigasi dan pencegahan. Jangan buang sampah sembarangan, jangan merusak alam. Kalau kita bisa menghargai melindungi alam, insyaallah alam juga akan saya dan bijak kepada kita semua,” pesannya.
Pemkot Bogor juga merekrut P3K paruh waktu dari kalangan disabilitas. Dedie menegaskan bahwa dalam proses penerimaan pegawai tidak ada diskriminasi selama pelamar memenuhi syarat yang berlaku.
“Mereka sudah melalui proses seleksi dan terbukti mampu. Mereka akan bekerja bersama ASN, PNS lain untuk meningkatkan kinerja Pemkot Bogor,” katanya.
Dedie mengatakan bahwa formasi terbesar pada rekrutmen P3K paruh waktu tahun ini adalah tenaga teknis, terutama untuk posisi operator dan operasional.
“Tetapi dari semua, yang cukup banyak ada 200 orang guru. Ini salah satu langkah kita mengantisipasi kelangkaan atau adanya defisit guru dikemudian hari,” pungkasnya. (*)






















