Bogor24Update – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Bogor, mengaku tidak dilibatkan dalam gelaran trail run bertajuk LebaRun Sentul yang mengakibatkan satu peserta asal Bekasi meninggal dunia.
Ketua Kormi Kabupaten Bogor, Rike Iskandar menegaskan, bahwa tidak ada koordinasi dari pihak penyelenggara kepada pihaknya.
“Ga ada konfirmasi dan koordinasi dengan Kormi,” tegas Rike kepada Bogor24update, Selasa 31 Maret 2026.
Pria yang akrab disapa Akew itu menyebut, event lari lintas alam merupakan olahraga ekstrem yang memiliki resiko lebih tinggi dibanding olahraga lainnya.
Baca Juga : Diduga Kelelahan, Pelari Asal Bekasi Meninggal Saat Ikuti Trail Run ‘Lebarun’ di Sentul
Menurut dia, meninggalnya Rosi Adiputra Firdaus (34) asal warga Bekasi karena kelelahan itu ada kelalaian dari pihak penyelenggara.
Mengingat, tidak adanya ambulans atau tim medis dalam pelaksanaan event Lebarun tersebut.
“Penyelenggara kegiatan trail run yang apapun bentuknya, baik latihan bareng atau kegiatan event resmi itu wajib mempertimbangkan kedaruratan,” ucapnya.
Oleh karena itu, Akew ingin ke depannya event balap lari lintas alam diperketat dan tidak asal digelar hanya karena faktor animo masyarakat yang tinggi.
“Agar tidak terjadi lagi ke depan kejadian seperti ini, baik di Sentul atau di Indonesia harus ada evaluasi dari yang terkait dengan kegiatan dari ALTI dan kepolisian, agar dapat dibuat suatu juklak dan juknis untuk event trail run, sehingga tidak asal buat event saja,” pungkasnya.(*).




















