Bogor24Update – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan bahwa gerakan penanaman pohon di wilayah Sukamakmur bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah kolaboratif yang harus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Ajat saat mewakili Bupati Bogor dalam kegiatan penanaman pohon di Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, Selasa 24 Februari 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan Perhutani, para kepala desa, pelaku usaha wisata, masyarakat, serta Forkopimcam Sukamakmur.
“Menanam pohon tidak bisa hanya mengandalkan APBD dan tidak bisa sekadar perintah pimpinan. Menanam itu harus dengan hati. Harus ada kesadaran dan mimpi untuk mewariskan alam yang baik kepada anak cucu kita,” ujarnya.
Ajat menuturkan, apabila gerakan ini dilakukan dengan ketulusan dan kesadaran kolektif, maka upaya penghijauan akan menjadi bagian dari pembangunan berkelanjutan yang memberi manfaat jangka panjang bagi Kabupaten Bogor.
“Alhamdulillah hari ini kita berkumpul bersama, mulai dari Perhutani, para pengusaha wisata, para kepala desa, hingga seluruh elemen masyarakat Sukamakmur untuk melaksanakan penanaman pohon,” katanya.
Pada tahap awal, penanaman difokuskan pada pohon pinus dan damar sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah, Perhutani, dan para pemilik usaha wisata di kawasan tersebut.
Lebih lanjut, Ajat menyampaikan bahwa berdasarkan arahan Bupati Bogor, kegiatan penanaman akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa. Gerakan ini juga akan diperluas dengan rencana penanaman pohon pinus di sepanjang jalur Sukamakmur hingga Sukawangi, sampai perbatasan Kabupaten Cianjur.
“Insyaallah dalam tiga sampai empat tahun ke depan, kita akan melihat perubahan yang signifikan. Kawasan ini akan kembali hijau dan indah,” ungkapnya.
Menurutnya, wilayah dengan kontur alam yang cukup berat seperti Sukamakmur sangat membutuhkan pohon pelindung untuk menjaga keseimbangan lingkungan serta mencegah potensi kerusakan alam. Ia mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dan menilai sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan gerakan penghijauan tersebut.
“Mimpi kita adalah mengembalikan kawasan ini menjadi area pinus yang asri. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Atas nama Bupati Bogor, Ajat juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan berpartisipasi. Ia menegaskan, meski Bupati tidak hadir secara fisik, komitmen dan semangatnya untuk kemajuan Kabupaten Bogor tetap menjadi bagian dari gerakan tersebut.
Penanaman yang dimulai pada 24 Februari ini diharapkan menjadi titik awal perubahan. Dalam satu tahun ke depan, masyarakat diharapkan sudah dapat melihat perkembangan nyata dari pohon-pohon yang ditanam hari ini.(***)




















