Bogor24Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mencatat capaian signifikan di sektor infrastruktur pada tahun pertama kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto dan Wakil Bupati, Jaro Ade.
Sepanjang satu tahun, sebanyak 516,83 kilometer jalan berhasil dibangun dan ditingkatkan, menjadi tonggak percepatan pemerataan pembangunan sekaligus penguatan fondasi ekonomi daerah.
Pembangunan jalan dilakukan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
Di wilayah barat, peningkatan dan pembangunan ruas jalan difokuskan untuk membuka akses kawasan pertanian, pertambangan rakyat, serta permukiman yang berkembang pesat.
Wilayah Bogor Barat seperti Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Nanggung, hingga Gunung Sindur menjadi perhatian utama, mengingat kebutuhan penguatan infrastruktur untuk menunjang mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.
Sementara itu, di wilayah timur, pembangunan dilakukan secara simultan guna meningkatkan konektivitas antar kecamatan dan memperlancar arus distribusi barang serta jasa. Pemerataan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah bahwa pembangunan tidak terpusat pada satu kawasan, melainkan menjangkau seluruh penjuru daerah.
Sejumlah ruas strategis yang telah dituntaskan di antaranya Jalan Sukamakmur–Arca yang menghubungkan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur, Jalan Puncak Dua Sukawangi, Jalan Lingkar Singajaya–Cibodas, Jalan Cibucil Sukamaju, serta Jalan Poj Perum Asabri di Kecamatan Jonggol.
Selain itu, peningkatan juga dilakukan pada Jalan Tambang, Jalan Malasari (Nanggung), Jalan Lebak, dan Jalan Sukamakmur sebagai akses vital mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
Tidak hanya pembangunan jalan, Pemkab Bogor juga merealisasikan pembangunan drainase Jonggol–Sukamakmur, pembangunan Jembatan Ciranjaya di Tanjungsari, serta rekonstruksi Jalan Weninggalih–Balekambang di Kecamatan Jonggol.
Program Satu Miliar Satu Desa turut mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar di tingkat desa, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat. Pemerintah daerah juga merespons berbagai aduan warga dengan melakukan perbaikan jalan lingkungan dan penghubung desa yang sebelumnya dalam kondisi rusak.
Secara keseluruhan, Pemkab Bogor menuntaskan pembangunan dan rekonstruksi 499 meter jembatan sebagai penghubung vital aktivitas warga. Selain itu, pembangunan 20 kilometer drainase direalisasikan untuk mengurangi potensi genangan dan banjir di sejumlah titik strategis.
Di sektor pelayanan dasar, pemerintah juga memenuhi sarana air bersih dan sanitasi bagi 2.631 rumah di 59 desa yang tersebar di 25 kecamatan.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Infrastruktur yang baik menurunkan biaya logistik, mempercepat arus perdagangan, dan mendorong lahirnya pusat-pusat ekonomi baru. Pembangunan harus dirasakan merata. Jalan yang baik mempercepat pergerakan ekonomi, jembatan menghubungkan harapan, dan drainase menjaga keberlanjutan lingkungan. Inilah komitmen kami menghadirkan pembangunan yang nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Dengan capaian lebih dari 516 kilometer jalan dalam satu tahun, Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya untuk menjaga ritme pembangunan, memastikan kualitas konstruksi, serta memperluas dampak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pembangunan masif ini menjadi fondasi kuat bagi Kabupaten Bogor untuk tumbuh lebih cepat, lebih merata, dan semakin kompetitif di tingkat regional maupun nasional.(***)




















