Bogor24Update – Jembatan Perintis Garuda Tahap III, yakni Jembatan Beton Harjasari di Kelurahan Harjasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, mulai dibangun ditandai dengan peletakan batu pertama, pada Kamis, 9 April 2026.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang hadir dalam kegiatan tersebut menerangkan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan titik kedua di Kota Bogor yang dibangun melalui program yang diprakarsai oleh TNI atas mandat langsung dari Presiden Republik Indonesia.
“TNI berperan dalam menyediakan fasilitas aksesibilitas jembatan di seluruh Republik Indonesia,” ujar Jenal.
Setiap Komando Resor Militer (Korem), lanjut Jenal, ditargetkan membangun 10 hingga 15 jembatan setiap bulan. Fasilitas ini dinilai sangat penting karena memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang mobilitas sehari-hari.
“Kali ini di Harjasari setelah sebelumnya di wilayah Mulyaharja sudah dibangun. Saya lihat tadi di lapangan, jembatan ini cukup penting, cukup strategis akses warga menuju tempat ibadah dan sarana pendidikan,” ucapnya.
Jenal juga menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri atas sinergi yang terus terjalin dengan pemerintah daerah dalam membantu masyarakat.
“Kami, warga dan Pemerintah Kota Bogor, mengucapkan terima kasih kepada TNI dan Polri yang hadir di tengah masyarakat dan memberikan bantuan yang insyaallah sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Komandan Kodim (Dandim) 0606/Kota Bogor, Kolonel Kav. Gan Gan Rusgandara, menjelaskan bahwa di wilayah Korem 061/Suryakancana yang meliputi lima Kodim, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur ditargetkan pembangunan 10 hingga 15 jembatan setiap bulan.
“Khusus untuk Kota Bogor, insyaallah ditargetkan satu jembatan setiap bulan,” kata Gan Gan.
Untuk itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bogor dalam menentukan titik-titik strategis pembangunan jembatan, terutama di wilayah yang belum tersentuh dan sangat membutuhkan akses tersebut.
“Kita akan turun akan membantu pemda untuk membantu masyarakat sampai tingkat kelurahan. Kami bersama Kodim, Korem, Pemkot Bogor, serta didukung DPRD akan melakukan survei untuk menentukan lokasi prioritas yang paling mendesak untuk dibangun jembatan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, untuk Jembatan Beton Harjasari sendiri direncanakan memiliki bentang sepanjang 8 meter dengan lebar 1,5 meter.
Proses pembangunannya ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan dengan pengerjaan melibatkan personel TNI bersama masyarakat setempat.
“Kita bersama masyarakat bekerjasama untuk membangun sama-sama agar masyarakat juga merasa memiliki jembatan tersebut dan akhirnya nanti Muspika bersama masyarakat merawat jembatan tersebut,” pungkasnya. (*)





















