Bogor24Update – Progres pembangunan trase baru Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, kini telah mencapai 84 persen. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menargetkan pekerjaan tersebut rampung pada akhir Oktober 2026.
Kepala UPTD Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho mengatakan, progres pembangunan sudah mencapai 84 persen. Sebelumnya pada Rabu (7/10/2026) baru mencapai 79 persen, sehingga
mengalami peningkatan lima persen saat ini.
“Untuk progres saat ini sudah mencapai 84 persen. Dari hari Rabu kemarin 79 persen, sudah ada kenaikan sebesar 5 persen dari hari Rabu. Mudah-mudahan di akhir bulan ini kita minta dukungan dari semuanya untuk bisa menyelesaikan pekerjaan trase baru Batutulis dan taman Batutulis,” ungkap Andi kepada wartawan, Jumat, 9 Oktober 2026.
Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi dalam proses pembangunan trase baru adalah tingginya intensitas hujan di wilayah Kota Bogor.
Kondisi tersebut membuat pekerjaan konstruksi harus dihentikan sementara saat hujan turun. Namun, pihaknya tetap berupaya mengejar target penyelesaian dengan menambah waktu pengerjaan hingga malam hari.
“Kendala mungkin musim hujan lah. Kita harus kejar-kejaran sama hujan. Ya menyiasatinya, ya kalau pas hujan kita berhenti, pas ini mungkin tambah spare waktu untuk pekerjaannya, sampai tengah malam,” kata Andi.
Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil mengatakan pihaknya hadir ingin memastikan bahwa
akses trase baru Batutulis yang telah lama dinantikan masyarakat dapat digunakan.
“Kami ingin memastikan ini hadir bersama Wakil Ketua DPRD dan para ketua fraksi bahwa akses trase baru Batutulis ini segera bisa digunakan oleh masyarakat karena memang sudah ditunggu-tunggu,” kata Adityawarman.
“Mudah-mudahan sesuai jadwal dan kita berharap penyelesaian sampai 100 persen segera sehingga bisa digunakan oleh masyarakat maupun kegiatan-kegiatan kita Porprov dan lain-lain,” sambungnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menjelaskan bahwa setelah pekerjaan konstruksi rampung, trase baru tersebut akan terlebih dahulu menjalani uji coba untuk memastikan kesiapan dan keamanan sebelum dibuka bagi masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga akan melengkapi sejumlah fasilitas pendukung, termasuk rambu lalu lintas, marka jalan, serta penerangan jalan umum (PJU).
“Nah jadi setelah itu tentu akan ada uji coba, termasuk juga mungkin melengkapi rambu dan marka serta PJU. Jadi memang kita harapkan di tanggal 1 November secara resmi mungkin nanti kita bisa buka untuk masyarakat,” pungkas Dedie Rachim. (*)




















