Bogor24Update – Usai menjadi korban kekerasan oleh oknum aparat, Sudrajat (49) penjual es gabus yang tinggal di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor langsung dipanggil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM untuk bertemu.
Zaitun, puteri dari Sudrajat, membenarkan hal tersebut. Kata dia, bapaknya itu memenuhi panggilan KDM di Bandung, Jawa Barat bersama sang kakak.
“Bapak lagi ke KDM sama abang dan pak RW,” kata Zaitun saat dikonfirmasi via seluler, Rabu 28 Januari 2026.
Zaitun mengaku, tidak mengetahui maksud dari pertemuan orang tuanya itu dengan KDM.
“Kurang tahu deh (pembahasan pertemuannya), mungkin bisa jadi (soal bantuan),” ucapnya.
Meskipun saat ini Sudrajat sedang dipanggil KDM, Zaitun mengatakan bahwa dirinya telah memaafkan oknum aparat yang telah memfitnah dan memukuli orang tuanya itu di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
“(Oknum aparat) sudah minta maaf klarifikasi dan beri bantuan, yaudah cukup gitu aja,” tuturnya.
Zaitun menjelaskan, saat itu dirinya bersama ibunya sempat panik mencari Sudrajat yang tidak kunjung pulang ke rumah seperti biasanya.
“Bapak kan biasanya pulang jualan ke rumah jam 16.00 WIB, tapi ga pulang-pulang ditungguin makanya aku sama ibu sempat cari-cari ke stasiun kereta saat Maghrib tapi ga ada. Tau-tau pulang Subuh dan bilang katanya abis dipukuli,” jelasnya.
Dia menambahkan, alasan oknum aparat itu menuduh Sudrajat menjual es gabus berbahan spons lantaran esnya yang sudah tidak terlihat dingin.
“Kata bapak itu esnya dibilang sudah keliatan ga dingin, jadinya mirip kayak spons gitu,” ungkapnya.
Akibat kejadian itu, lanjut Zaitun, orang tuanya sempat meringis kesakitan saat pulang ke rumah dan ketakutan oleh oknum aparat tersebut yang menuduh tanpa bukti.
“Itu bapak luka memar di bawah mata,” pungkasnya.(*)




















