Bogor24Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus menggenjot program normalisasi saluran air dan penataan kawasan di sejumlah wilayah sebagai upaya mengantisipasi dampak musim kemarau.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian dan perikanan, sekaligus meminimalkan potensi bencana akibat terganggunya fungsi saluran air.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, saat ini Pemkab Bogor tengah melakukan normalisasi saluran air berskala besar di sejumlah wilayah, mulai dari Ciseeng, Kemang, Parung, Gunung Sindur, Cariu hingga Tanjungsari.
Program tersebut dibarengi dengan penataan saluran irigasi dan kawasan sekitar agar infrastruktur dapat berfungsi secara optimal.
“Saat ini kami sedang melakukan normalisasi saluran air skala besar. Bersamaan dengan itu kami juga melakukan penataan saluran irigasi dan penataan wilayah sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Rudy, Minggu 5 Juli 2026.
Menurut Rudy, normalisasi irigasi di Kecamatan Cariu dan Tanjungsari menjadi salah satu prioritas karena mengairi sekitar 700 hingga 800 hektare lahan pertanian.
Sementara di kawasan Ciseeng, Kemang, Parung, dan Rancabungur yang merupakan kawasan Minapolitan dengan sekitar 200 hektare kolam perikanan, Pemkab Bogor berupaya memastikan pasokan air tetap tersedia selama musim kemarau.
“Kami ingin memastikan ketika musim kemarau tiba, sawah tetap mendapatkan air dan sentra perikanan tetap bisa berproduksi. Karena itu kami juga menyiapkan pipanisasi dari beberapa mata air serta pembangunan sumur di sejumlah titik untuk mengantisipasi kekeringan di beberapa wilayah Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Selain normalisasi, Pemkab Bogor juga melakukan penertiban bangunan yang berdiri di atas bantaran sungai.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi drainase dan saluran irigasi sehingga aliran air dapat kembali berjalan maksimal serta mengurangi risiko banjir maupun kekeringan di berbagai wilayah.(***)




















