Bogor24Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih melakukan koordinasi terkait penyebaran kasus super flu yang terjadi saat ini.
Berdasarkan data sementara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, jumlah penyakit tersebut hingga Desember 2025 tercatat ada 62 kasus.
Dalam laporan itu, sebagian besar pasiennya adalah perempuan dan anak-anak.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty mengatakan, bahwa saat ini koordinasi masih terus dilakukan dengan Dinkes Jawa Barat (Jabar).
“Kami masih melakukan koordinasi dengan Dinkes Jabar untuk mengetahui apakah terdapat kasus yang berasal dari Kabupaten Bogor,” ujar Fusia kepada wartawan, Jumat 9 Januari 2026.
Dari koordinasi sementara, kata dia, Dinkes Jabar saat ini belum mendapatkan data By Name By Address (BNBA) terkait penyebaran kasus tersebut.
“Dinkes Jabarnya belum dapat data BNBA kasus super flu tersebut dari Kemenkes RI,” ucapnya.
Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan Kemenkes RI, lanjut Fusia, bahwa dari penilaian World Health Organization (WHO) dan Epidemologi Nasional, penyakit tersebut dinilai tidak parah dibandingkan influenza musiman.
Oleh karena itu, Fusia meminta masyarakat Kabupaten Bogor tidak panik akan adanya kasus tersebut.
“Lebih baik masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pakai masker jika sedang sakit, dan ke rumah sakit jika gejala tidak membaik,” pungkasnya.(*)






















