Cianjur24Update – Ratusan warga di dua kecamatan berbeda di Kabupaten Cianjur, dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 27 Januari 2026.
Berdasarkan data sementara, di Desa Majalaya, Kecamatan Cikalongkulon, tercatat sebanyak 204 warga mengalami gejala keracunan, mulai dari balita hingga lanjut usia.
Sementara itu, di Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, 42 siswa sekolah juga alami gejala keracunan, sehingga total korban dugaan keracunan MBG di Kabupaten Cianjur mencapai 246 orang.
Umumnya para korban mengeluhkan gejala mual, muntah, pusing, hingga sakit perut. Bahkan, sebagian di antaranya harus mendapatkan penanganan medis di puskesmas setempat.
Salah satu orang tua korban, Dedeh, mengungkapkan bahwa sejak awal sudah muncul keluhan terkait aroma makanan MBG yang dibawa pulang oleh anaknya dari sekolah. Ia menyebut, daging ayam dan sayuran tercium bau asam.
“Pas pulang sekolah awalnya aman. Tapi setelah beberapa jam, sekitar jam empat sore, ada yang muntah lebih dari tiga kali. Saya sempat konfirmasi ke desa lain, takutnya bukan dari MBG. Pas ke puskesmas ternyata dari sekolah lain juga,” ujarnya.
Dedeh menjelaskan, dampak keracunan tidak hanya dialami oleh siswa penerima MBG. Sejumlah lansia dan balita juga mengalami gejala serupa setelah mencicipi makanan MBG yang dibawa pulang oleh anggota keluarga.
“Anak saya yang SD, nah anak yang SMP itu sebenarnya bukan sasaran MBG dapur tersebut, tapi ikut makan punya adiknya jadi ikut kena racun. Ada juga yang dimakan neneknya, adiknya, sama orang tuanya, jadi dampaknya ke mana-mana,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian membenarkan adanya kasus dugaan keracunan tersebut. Ia menyebutkan, saat ini masih terdapat beberapa pasien yang dalam penanganan tenaga medis.
“Di sini ada beberapa pasien yang diduga mengalami keracunan. Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap muntahan pasien serta sampel makanan,” katanya.
Ia menambahkan, khusus di Kecamatan Cikalongkulon, sebanyak 204 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan dan telah mendapatkan penanganan di puskesmas maupun yang dirujuk ke rumah sakit.
“Berdasarkan keterangan dari camat, total ada sekitar 204 orang yang dilaporkan mengalami gejala. Namun saat ini kondisi mereka sudah berangsur membaik,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Cianjur, lanjut Wahyu, akan menindaklanjuti kasus ini berdasarkan fakta dan data dengan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan keluar dalam waktu 24 jam. (*)





















