Cianjur24Update – Menikmati nasi liwet bersama aneka lauk tradisional khas Sunda, lalu ditutup dengan buah durian berbagai jenis, menjadi daya tarik utama Saung Manangel, salah satu destinasi kuliner di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Berada di kawasan dataran tinggi di Desa Babakan Karet, Saung Manangel menawarkan suasana sejuk dan asri dengan panorama pegunungan yang memanjakan mata.
Konsep saung berbahan kayu berpadu dengan alam terbuka membuat pengunjung merasa lebih dekat dengan alam.
Menu andalan di tempat ini adalah nasi liwet khas Sunda yang disajikan secara lesehan di atas daun pisang.
Beragam lauk tradisional turut melengkapi hidangan, mulai dari ikan bakar, aneka ikan asin, tahu dan tempe goreng, jengkol, lalapan segar, hingga sambal cobek yang menjadi favorit pengunjung.
Usai menyantap nasi liwet, pengunjung dapat menikmati beragam jenis durian pilihan. Mulai dari durian lokal hingga varietas unggulan, semuanya disajikan segar sesuai musim panen.
Pengelola Saung Manangel, Rani Siti Nurbayani, mengatakan tempat ini awalnya hanya menjual durian sebelum akhirnya berkembang menjadi lokasi kuliner.
“Saung Mananggel ini baru dibuka tahun ini. Sebelumnya kami sudah jual durian selama lima tahun. Karena permintaan konsumen cukup banyak, kami manfaatkan lahan yang ada dengan pemandangan Gunung Mananggel, kebun buah, dan sawah,” ujarnya.
Menurut Rani, Saung Mananggel memiliki durian lokal premium khas Mananggel yang tidak ditemukan di tempat lain, selain varietas lain seperti bawor, duri hitam, lai, hingga musang king, tergantung ketersediaan musim.
Tak hanya soal kuliner, konsep area privat dengan saung-saung kayu yang dilengkapi kolam renang mini juga membuat pengunjung betah berlama-lama.
Panorama kebun durian, hamparan sawah, serta udara pegunungan menjadi nilai tambah tersendiri.
Pengunjung Syfa Shafira mengaku mengetahui tempat ini dari media sosial dan tertarik datang bersama rekan-rekannya dalam rangka tradisi papajar menjelang Ramadan.
“Tempatnya sejuk, makanannya enak, duriannya manis ada pahitnya dikit. Nasi liwetnya juga enak. Papajar itu buat aku momen kumpul bareng, makan bareng sama teman dan keluarga sebelum Ramadan,” katanya.
Hal senada disampaikan pengunjung lain, Ria Bajria. Ia datang bersama keluarga untuk menikmati suasana dan kuliner yang sedang viral.
“Tempatnya cozy, bisa foto-foto, makanannya enak. Sambalnya juara, ikan pencoknya enak, jengkolnya juga. Duriannya enak banget, selain lokal ada juga durian luar kalau lagi beruntung,” ujarnya.
Untuk harga, durian lokal dibanderol mulai dari Rp30 ribu per kilogram, sementara durian luar mencapai Rp200 ribu per kilogram.
Adapun paket nasi liwet dibanderol mulai dari Rp150 ribu hingga Rp250 ribu, tergantung pilihan menu dan jumlah porsi.
Pada akhir pekan dan saat musim durian, jumlah pengunjung meningkat signifikan.
Pengelola pun mengimbau masyarakat untuk melakukan reservasi terlebih dahulu agar ketersediaan durian dapat dipastikan.
Di luar musim durian, Saung Manangel tetap buka dengan berbagai menu tradisional khas Tanah Pasundan. (*)





















