Cianjur24update – Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel yang memicu kekhawatiran terhadap potensi kelangkaan minyak dunia mulai menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.
Sejumlah pengendara bahkan terlihat mengisi penuh tangki kendaraan karena khawatir harga bahan bakar minyak (BBM) akan melonjak.
Menanggapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memastikan ketersediaan BBM dan elpiji di wilayah Jawa Barat tetap aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, mengatakan pasokan energi di wilayah operasionalnya saat ini berada dalam kondisi stabil.
“Stok BBM dan elpiji di wilayah Regional Jawa Bagian Barat dalam keadaan aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik selama masa Ramadan dan Idulfitri maupun setelahnya,” ujar Susanto, Jumat, 6 Maret 2026.
Menurutnya, antrean kendaraan yang sempat terlihat di sejumlah SPBU bukan disebabkan kelangkaan BBM, melainkan meningkatnya pembelian oleh masyarakat yang memilih mengisi penuh tangki kendaraan.
Kondisi tersebut dipicu kekhawatiran sebagian pengendara terhadap kemungkinan kenaikan harga BBM akibat dampak konflik geopolitik yang memengaruhi harga minyak dunia.
Meski terjadi lonjakan pembelian, Pertamina menegaskan hal itu tidak memengaruhi ketersediaan stok karena distribusi BBM menggunakan sistem stok berjalan yang terus diperbarui secara berkala.
Susanto menjelaskan bahwa angka stok yang sering disampaikan kepada publik bukanlah stok tetap yang akan habis dalam jangka waktu tertentu, melainkan stok yang terus diperbarui melalui distribusi berkelanjutan.
“Stok yang dimaksud adalah stok berjalan, bukan stok mati. Jadi bukan berarti dihitung mundur lalu habis. Konsepnya seperti toren air yang terus terisi kembali ketika mulai berkurang,” jelasnya.
Untuk wilayah Kabupaten Cianjur, distribusi BBM dipasok dari Terminal BBM Padalarang menggunakan mobil tangki yang kemudian menyalurkan pasokan ke sejumlah SPBU.
Hingga saat ini, distribusi tersebut dilaporkan berjalan lancar tanpa hambatan.
Pertamina juga memastikan kondisi cuaca yang belakangan sering diguyur hujan di sejumlah wilayah Jawa Barat tidak mengganggu jalur distribusi BBM dari terminal menuju SPBU.
“Dalam tiga minggu terakhir tidak ada laporan bencana yang menghambat distribusi BBM. Pasokan mobil tangki ke SPBU berjalan normal,” kata Susanto.
Menjelang puncak arus mudik Lebaran, Pertamina mulai memperkuat pasokan di sejumlah SPBU sebagai langkah antisipasi meningkatnya konsumsi BBM.
Peningkatan permintaan diperkirakan mulai terjadi pada 13 hingga 20 Maret 2026 saat arus mudik mulai meningkat.
“Kami sudah mulai melakukan build up atau penguatan stok di SPBU karena diperkirakan akan terjadi peningkatan permintaan sekitar 13 hingga 20 Maret saat arus mudik mulai meningkat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan.
Selain itu, masyarakat diminta tidak menimbun BBM, terutama BBM subsidi, karena dapat merugikan masyarakat lain serta berpotensi melanggar hukum.
“Kami mengimbau masyarakat membeli BBM secukupnya sesuai kebutuhan. Jangan menimbun, terutama BBM subsidi, karena itu merupakan pelanggaran dan merugikan masyarakat,” tegasnya.
Pertamina memastikan seluruh rantai distribusi energi, mulai dari hulu hingga hilir, terus dipantau secara terpadu guna menjaga ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran. (*)






















