Bogor24Update – Program Sekolah Energi resmi diluncurkan di Kota Bogor sebagai langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di sektor energi terbarukan dan berkelanjutan.
Program kolaborasi ini digagas oleh OnePulse Indonesia bersama Rumah Berguna Solution, Digikademi, serta Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, dan Pemerintah Kota Bogor.
Project Lead OnePulse Indonesia, Fauzia Hafida Rahmah, menjelaskan Sekolah Energi hadir untuk menjawab kebutuhan green talent dalam mendukung target transisi energi nasional menuju 23 persen energi terbarukan pada 2030.
“Dari berbagai kajian, ada tiga faktor utama yang harus dibenahi untuk full transition ke renewable energy. Yaitu teknologi, investasi, dan talenta. Untuk teknologi sudah banyak dibantu dan investasi sedang gencar-gencarnya. Talenta yaitu green talent kita ingin membantu juga. Itu visi misinya Sekolah Energi,” ujar Fauzia, Sabtu, 4 April 2026.
Program ini menargetkan siswa SMA hingga mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai energi terbarukan, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk melanjutkan studi di bidang tersebut, baik di dalam maupun luar negeri. Diharapkan, para peserta dapat menjadi pionir yang membawa inovasi energi bersih ke Indonesia di masa depan.
Kota Bogor dipilih sebagai lokasi peluncuran karena dinilai memiliki ekosistem yang mendukung, baik dari sisi kebijakan, kesadaran masyarakat, maupun prestasi di bidang lingkungan seperti program Adiwiyata. Kota ini diharapkan menjadi percontohan sebelum program diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia.
Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School dipilih sebagai sekolah percontohan dalam implementasi program ini. Direktur Pendidikan Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, Ari Rosandi, menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik inisiatif tersebut dan sejalan juga dengan program Sekolah Garuda yang berfokus pada pengembangan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
“Ini merupakan langkah penting untuk membekali siswa dalam menghadapi tantangan energi dan lingkungan di masa depan. Energi dan lingkungan, keduanya sangat saling berkait,” ujarnya.
Sebagai bentuk implementasi, sekolah mulai mengembangkan penggunaan panel surya serta pengelolaan limbah makanan menjadi pupuk. Namun, Ari menekankan bahwa fokus utama program ini adalah edukasi dan peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya energi berkelanjutan.
Program ini juga melibatkan sekitar 20 sekolah yang turut hadir dalam kegiatan peluncuran. Para siswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan pengetahuan tentang energi terbarukan ke lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menilai peluncuran Sekolah Energi menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan konsep green city melalui sektor pendidikan.
“Pemkot Bogor sendiri sudah memulai ini semua dari beberapa tahun lalu. Tapi saya pikir dengan adanya kick off penerapan green energy di sekolah ini jadi salah satu bukti bahwa masyarakat sudah sangat aware terhadap isu climate change dan penerapan teknologi green energy di kotanya tidak hanya ada di pemerintah,” kata Herry.
Ia juga menambahkan bahwa krisis energi global, termasuk dampak konflik geopolitik, semakin menegaskan pentingnya pengembangan sumber energi alternatif. Oleh karena itu, pendidikan menjadi kunci dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan tersebut.
Melalui program Sekolah Energi, diharapkan akan lahir generasi muda yang tidak hanya memahami teknologi energi terbarukan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak dalam transisi menuju masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan di Indonesia.
Kegiatan peluncuran juga menghadirkan talkshow bertema ‘Introduction to Green Energy and Global Climate Issue’ dengan narasumber dari pemerintah dan lembaga internasional, seperti Rocky Mountain Institute, World Resources Institute (WRI), serta ASEAN Centre for Energy. (*)






















