Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan kegiatan korve di Jalan Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, pada Selasa 7 April 2026. Kegiatan dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.
Jenal menyampaikan bahwa korve tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Bogor, menyusul adanya banjir genangan yang diduga disebabkan oleh penyempitan serta penyumbatan drainase.
“Tadi ditemukan di lapangan faktanya memang drainase-drainase yang ada eksikting lubang alternatif saluran tertutup sampah,” ujarnya.
Sampah yang menyumbat saluran, lanjut jenal, mungkin diduga berasal dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL) maupun masyarakat yang tidak bertanggung jawab.
Selain itu, ditemukan pula tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang langsung dibongkar dalam kegiatan tersebut serta kerusakan pada fasilitas trotoar.
“Kebetulan tadi ada PPK5.2 langsung kita laporan dan kita minta segara tahun ini dan usulan sudah kita sampaikan sebetulnya di Januari 2026,” ungkapnya.
Jenal menegaskan bahwa penataan kota tidak bisa hanya mengandalkan kegiatan seremonial atau preventif semata, namun tindak lanjut yang harus diperhatikan partisipasi publik dalam menata dan menjaga memelihara kota ini.
“Kesadaran publik sangat penting. Minimal tidak membuang sampah sembarangan, dan para PKL harus mematuhi aturan yang ada. Kadang-kadang sulit juga untuk diberikan edukasi tersebut,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan korve akan terus dilakukan secara rutin setiap Selasa dan Jumat, melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga kebersihan dan ketertiban kota.
“Maka setiap hari Selasa dan Jumat ada giat-giat konsistensi dari pemerintah dengan melibatkan forkopimda dan seluruh stakeholder berpartisipasi untuk menjaga kebersihan,” pungkasnya. (*)






















