Cianjur24update – Akses menuju objek wisata Situs Megalitikum Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terputus akibat tertimbun longsor, Rabu malam, 22 April 2026.
Dalam peristiwa ini, satu kendaraan roda empat yang membawa satu keluarga dari luar daerah sempat terjebak di lokasi.
Longsor terjadi di Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, sekitar pukul 23.00 WIB, tepatnya di ruas Jalan Cipadang–Lampegan yang merupakan jalur utama menuju kawasan wisata Gunung Padang.
Peristiwa ini dipicu hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Cianjur sejak sore hingga malam hari.
Material longsor berupa tanah dan lumpur tebal menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 100 meter, sehingga akses kendaraan terputus total.
Selain memutus jalur, longsor juga mengancam dua rumah warga di sekitar lokasi.
Sementara itu, satu mobil yang berisi satu keluarga dilaporkan terjebak di tengah timbunan material selama kurang lebih 10 jam.
Beruntung, pengemudi bersama warga lainnya segera melakukan evakuasi mandiri sebelum longsor susulan yang lebih besar terjadi.
Pemilik kendaraan, Ade Irawan, mengaku awalnya sempat melihat longsor kecil di lokasi.
Ia berniat untuk memutar balik kendaraan, namun tiba-tiba longsor besar datang dan menutup seluruh badan jalan.
“Awalnya ada longsor kecil, saya mau putar balik. Tapi tiba-tiba datang longsor besar yang menutup jalan. Akhirnya saya tinggalkan mobil dan mengajak warga di dua rumah untuk evakuasi ke tempat yang lebih aman,” ujar Ade.
Hingga saat ini, petugas gabungan dari BPBD Cianjur, TNI, Polri, dan perangkat desa masih bersiaga di lokasi.
Proses pembersihan material longsor dilakukan oleh Dinas PUPR dan petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat.
Petugas BPBD Cianjur, Wachyudin Soleh, menyebut kondisi di lokasi masih berpotensi terjadi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
“Kondisi masih dalam penanganan. Jika hujan deras kembali turun, sangat berpotensi terjadi longsor susulan karena di atas masih ada tanah yang menggantung,” katanya.
Besarnya volume material longsor yang didominasi lumpur membuat proses pembersihan secara manual kurang maksimal.
Pihak kepolisian pun telah berkoordinasi untuk mendatangkan alat berat guna mempercepat pembukaan akses jalan.
Masyarakat dan pengendara yang hendak menuju kawasan Gunung Padang melalui jalur Lampegan diimbau untuk mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan hingga kondisi dinyatakan aman. (*)





















