Bogor24Update – Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyebut Pemkab Bogor di bawah kepemimpinannya masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar.
Di antaranya adalah persoalan kemiskinan dan angka putus sekolah.
Pada peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Rudy mengatakan, bahwa persoalan tersebut menjadi sebuah renungan untuk ke depan dilakukan kebijakan dalam menekan kemiskinan dan putus sekolah.
“Kabupaten Bogor dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia masih ada rakyat kami yang kurang mampu, stunting, dan anak-anak yang putus sekolah,” ujar Rudy kepada wartawan, Selasa 2 Juni 2026.
Baca Juga : Pendidikan dan Kemiskinan Jadi Faktor Tingginya Pernikahan Dini di Kabupaten Bogor
Meski tak secara rinci menyebutkan jumlah angkanya, Rudy bertekad akan lebih memfokuskan diri terhadap pembangunan sumber daya manusia setelah sejumlah infrastruktur terselesaikan.
“Kita berupaya bahu membahu membangun Kabupaten Bogor bukan hanya dari sisi infrastruktur, tapi dari sisi sumber daya manusianya mulai dari utara, selatan, barat, dan timur,” ucapnya.
Baca Juga : Kemiskinan Ekstrem Ditarget Turun 2026, Tapi Programnya Belum Berjalan
Oleh karena itu, Rudy meminta dukungan dari semua pihak untuk bisa menyelesaikan persoalan tersebut yang hingga kini masih terjadi.
“Momentum HJB ke-544 saya mohon maaf belum bisa membahagiakan semua pihak dan menyenangkan semua kelompok, kami baru 1 tahun 2 bulan. Maka, kami butuh dukungan dan bantuan untuk masa depan yang jauh lebih baik,” pungkasnya.(*)





















