Bogor24Update – Dalam menghadapi dampak musim kemarau yang mulai dirasakan sejumlah warga di Kota Bogor, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta Perumda Tirta Pakuan untuk menyiapkan langkah antisipasi.
Fenomena perubahan iklim yang dipengaruhi gejala El Nino dan La Nina mengakibatkan beberapa wilayah mengalami penurunan ketersediaan air, terutama bagi warga yang masih mengandalkan sumber air dari sumur dan belum memiliki sambungan air bersih.
Untuk itu, Dedie Rachim menginstruksikan Perumda Tirta Pakuan untuk menyiapkan langkah darurat dengan menyalurkan bantuan air bersih menggunakan armada tangki air kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Perumda Tirta Pakuan harus hadir membantu warga yang terdampak kekeringan dengan menyiapkan distribusi air bersih melalui tangki air,” Kata Dedie Rachim, pada Jum’at 16 Juli 2026.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat yang belum memiliki sambungan air bersih untuk mulai mendaftarkan pemasangan sambungan baru sebagai langkah antisipasi kebutuhan air bersih ke depan.
Namun di sisi lain, dampak dari musim kemarau ini mulai berpengaruh terhadap ketersediaan sumber air baku Perumda Tirta Pakuan. Dimana, debit Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane yang menjadi sumber air baku mengalami penurunan.
Ia menekankan supaya Perumda Tirta Pakuan terus melakukan upaya untuk menjaga ketersediaan dan pelayanan air bersih kepada masyarakat, termasuk memantau kondisi sumber air baku serta menyiapkan langkah mitigasi apabila terjadi gangguan pasokan akibat kondisi cuaca.
Sebagai informasi, saat ini jumlah pelanggan Perumda Tirta Pakuan sebanyak 197.638 SR sambungan atau 75,46 persen dari jumlah rumah tangga di Kota Bogor. (*)




















