Bogor24Update – Pemerintah Kabupaten Bogor berencana membangun Gapura Tri Tangtu di Buana versi mini di 40 kecamatan. Pembangunan tersebut dilakukan secara bertahap sebagai upaya menghadirkan identitas budaya Kabupaten Bogor hingga ke lingkungan permukiman.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkim) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, mengatakan pembangunan gapura mini saat ini telah mulai dikerjakan di sejumlah titik di sepanjang Jalan Raya Jakarta–Bogor.
“Desain gapura mini pada setiap gang itu seperti pintu masuk ke pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor yang Alun-Alun Kabupaten Bogor,” ujar Eko kepada wartawan di Cibinong, Kamis 16 Juli 2026.
Menurut Eko, pembangunan Gapura Tri Tangtu di Buana versi mini bertujuan untuk memperkuat identitas sekaligus menampilkan unsur kebudayaan khas Kabupaten Bogor agar semakin terlihat dan dirasakan masyarakat.
“Sebagai ikon seperti di pintu gerbang pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor karena di sana punya arti tersendiri,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pembangunan gapura mini tidak hanya difokuskan di kawasan pusat pemerintahan, tetapi nantinya akan diperluas hingga mencakup seluruh 40 kecamatan di Kabupaten Bogor.
“Pak Bupati berharap setiap gang dengan adanya gapura mini bisa terus berkembang di 40 kecamatan,” tuturnya.
Eko menambahkan, pembangunan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Meski demikian, pihaknya juga membuka peluang bagi perusahaan yang ingin berpartisipasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Tidak pakai CSR, tapi kalau ada beberapa perusahaan yang membantu mengeluarkan anggaran CSR ya tidak masalah, silahkan saja. Pembangunan ini kan pelaksanaannya menyesuaikan kemampuan di masing-masing wilayah,” pungkasnya.(*)




















