Bogor24Update – Sebanyak sembilan dari 10 proyek strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan dilaksanakan pada 2026. Satu proyek yakni revitalisasi Gedung Kemuning Gading ditunda.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Kota Bogor, Undang Sulaeman mengatakan, revitalisasi Gedung Kemuning Gading masuk dalam 10 proyek strategis Kota Bogor. Namun, proyek tersebut tidak dapat dilanjutkan pada tahun ini.
“Gedung Kemuning Gading tidak dilanjutkan dikarenakan ada tinjauan dari konsultan bahwa itu tidak layak untuk direvitalisasi,” ujar Undang.
Ia menjelaskan, apabila revitalisasi gedung tersebut tetap akan dilaksanakan, maka harus melalui proses perencanaan dan penganggaran kembali pada APBD tahun berikutnya.
“Nilainya (revitalisasi Gedung Kemuning Gading) Rp9 miliar. Kemungkinan tidak bisa dilanjutkan dan dianggarkan kembali di tahun 2027,” katanya.
Undang menjabarkan, sembilan proyek strategis yang dilaksanakan pada 2026 meliputi rehabilitasi Stadion Pajajaran tahap II dengan pagu anggaran senilai Rp31 miliar, pembangunan GOR Bogor Barat tahap I senilai Rp6,1 miliar.
Kemudian, pembangunan Jalan R3 lanjutan senilai Rp20 miliar, pembangunan trotoar Jalan Cifor senilai Rp2,3 miliar, revitalisasi Terminal Bubulak tahap II senilai Rp6,3 miliar, dan pembangunan Taman Lapangan Yasmin senilai Rp1,8 miliar.
“Pembangunan ruang kelas baru SMPN 13 senilai Rp3,1 miliar, pembangunan ruang kelas baru SDN Cilendek 1 senilai Rp2,7 miliar, dan pembangunan ruang kelas baru SDN Rancamaya 2 senilai Rp2 miliar,” urai Undang.
Undang mengatakan, sebagian besar proyek strategis tersebut telah memasuki tahap pengadaan. Beberapa di antaranya bahkan telah memiliki pemenang tender, seperti rehabilitasi Stadion Pajajaran tahap II, pembangunan Jalan R3, pembangunan trotoar Jalan Cifor, revitalisasi Terminal Bubulak tahap II, serta pembangunan ruang kelas baru di sejumlah sekolah.
“Sementara dua yang belum yakni pembangunan Taman Lapangan Yasmin dan GOR Bogor Barat,” imbuh Undang.
Selain proyek strategis, Bagian PBJ Setda Kota Bogor saat ini menangani 83 paket tender. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 36 paket telah selesai diproses, sedangkan sisanya masih berada pada tahapan lelang.
Undang menargetkan seluruh proses pengadaan dapat rampung pada Juli 2026, kecuali paket jasa konsultansi yang membutuhkan waktu lebih lama. Namun, melihat perkembangan saat ini, penyelesaian seluruh proses pengadaan diperkirakan bergeser hingga pertengahan Agustus 2026.
“Tapi kalau melihat realisasinya, kemungkinan penyelesaiannya sampai pertengahan bulan Agustus. Setelah itu, tidak ada lagi pengajuan tender apalagi untuk pekerjaan lebih dari tiga bulan,” pungkasnya. (*)




















