Bogor24Update – Sebanyak 42.691 orang mengalami krisis air bersih usai kekeringan meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani mengungkap, jumlah itu tercatat sejak 10 Juni hingga 15 Juli 2026.
“Terhitung Juni sampai sepanjang Juli ini, ada 12.735 kepala keluarga (KK) atau 42.691 orang mengalami krisis air bersih,” ungkap Adam dalam keterangannya, Kamis 16 Juli 2026.
Dari jumlah itu, sambungnya, ada 13 kecamatan dan 29 desa atau kelurahan yang terdampak kekeringan dengan mengakibatkan krisis air bersih.
“Ada Kecamatan Jasinga, Cigudeg, Ciseeng, Rumpin, Leuwisadeng, Ciampea, Sukajaya, Nanggung, Rancabungur, Jonggol, Citeureup, Babakan Madang, dan Sukaraja,” ucapnya.
Pada kondisi itu, BPBD Kabupaten Bogor sampai periode 15 Juli 2026 telah mendistribusikan 350 ribu liter air bersih ke 74 titik.
“Kita telah mendistribusikan 350 ribu liter air bersih ke titik kekeringan. Jadi, saat ini kita himbau agar warga bisa menghemat penggunaan air,” pungkasnya.(*)




















