Cianjur24update – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar meluncurkan Gerakan 10 Ribu Mandi, Cuci, Kakus (MCK) untuk pondok pesantren di Pondok Pesantren Nurul Huda Almusri, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Selasa, 4 Agustus 2026.
Program nasional tersebut menjadi langkah pemerintah untuk memperkuat sanitasi pesantren sekaligus mendorong lahirnya sumber daya manusia (SDM) yang sehat, produktif, dan mandiri.
Peluncuran program ditandai dengan seremoni resmi yang dilanjutkan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas MCK di lingkungan Ponpes Nurul Huda Almusri.
Pria yang akrab disapa Cak Imin menjelaskan, pembangunan 10 ribu MCK bukan sekadar membangun sarana sanitasi, melainkan bagian dari strategi besar pemberdayaan masyarakat yang mencakup peningkatan kualitas SDM, penguatan kapasitas masyarakat, hingga penciptaan ekosistem ekonomi yang mandiri.
“Literasi keuangan, kemudian pemberian 10.000 MCK untuk pesantren, itu bagian integral dari pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat ini hilir-hulunya adalah dari penyiapan SDM, capacity building, dan tentu ekosistem yang memberi kesempatan untuk tumbuh kemandirian ekonomi, kreativitas, inovasi, serta kesadaran masyarakat,” ujar Muhaimin.
Menurutnya, pesantren merupakan pusat pemberdayaan yang sangat strategis karena memiliki ekosistem santri, tenaga pendidik, dan masyarakat sekitar yang dapat bergerak bersama dalam meningkatkan kesejahteraan.
“Pesantren ini sangat strategis. Sekali dayung, pesantren bisa berperan mengatasi kemiskinan, meningkatkan kesehatan, menyiapkan SDM unggul, sekaligus melahirkan kemandirian ekonomi. Pesantren bisa disebut jalan cepat memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan dan penciptaan ekosistem ekonomi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin juga mengapresiasi peran Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) yang dinilai selaras dengan agenda transformasi nasional pemerintah.
Ia optimistis, apabila puluhan ribu pesantren di Indonesia mampu bertransformasi, maka kualitas pendidikan akan meningkat dan menghasilkan SDM unggul menuju Indonesia maju.
“Kalau 40 ribu pesantren bisa tertransformasi, maka pendidikan akan cepat maju. Kalau pendidikan cepat maju, maka akan tersiapkan SDM yang unggul untuk memasuki Indonesia yang maju,” tegasnya. (*)





















