Cianjur24Update — Di saat musim kemarau mulai memicu kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur, kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian.
Demplot padi organik di Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Bank Indonesia berhasil mencatat hasil panen melampaui target.
Dari lahan seluas 5.000 meter persegi, petani berhasil memanen sekitar 8 ton gabah. Angka tersebut jauh di atas target awal yang diperkirakan hanya mencapai sekitar 5 ton.
Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pertanian organik memiliki prospek yang sangat baik untuk terus dikembangkan di Kabupaten Cianjur.
“Ya, hari ini kita bersama-sama panen raya di demplot padi organik. Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan dan mudah-mudahan semakin banyak lagi pertanian organik di Cianjur. Bukan hanya beras saja, tapi juga sayur-sayuran,” ujar Wahyu saat menghadiri panen raya, Kamis, 30 Juli 2026.
Menurutnya, demplot tersebut merupakan bagian dari program pengembangan pertanian organik yang dikawal secara komprehensif bersama Bank Indonesia. Hasil panen yang diperoleh bahkan melampaui ekspektasi.
“Di luasan 5.000 meter, awalnya harapan hanya sekitar 5 ton, alhamdulillah sekarang hasilnya bahkan 8 ton,” katanya.
Keberhasilan tersebut menjadi kabar positif di tengah musim kemarau yang mulai menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah Cianjur. Meski sebagian lahan pertanian terdampak berkurangnya pasokan air, demplot padi organik di Desa Sukamulya justru mampu menunjukkan produktivitas yang tinggi
Melihat hasil tersebut, Pemerintah Kabupaten Cianjur berencana memperluas pengembangan demplot pertanian organik ke berbagai kecamatan agar semakin banyak petani yang menerapkan sistem budidaya ramah lingkungan.
Selain mampu meningkatkan produktivitas, pertanian organik juga dinilai lebih aman karena tidak menggunakan bahan kimia serta dapat menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
“Keunggulan organik ini tidak menggunakan kimia. Tentunya lebih aman, lebih sehat, dan juga lebih baik terhadap tanah. Sawahnya menjadi berkelanjutan dan kami berharap tanah yang subur ini bisa diwariskan kepada generasi mendatang,” tuturnya.
Keberhasilan panen tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para petani di Kabupaten Cianjur untuk mulai mengembangkan pertanian organik sebagai salah satu solusi meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan musim kemarau. (*)




















