Bogor24Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyebut salah satu penyebab tingginya angka pengangguran di wilayahnya dikarenakan perkembangan teknologi yang kian canggih.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran pada angkatan kerja tahun 2025 di Kabupaten Bogor mencapai 218 ribu orang.
Kepala Disnaker Kabupaten Bogor, Nana Mulyana mengatakan bahwa lapangan pekerjaan di sektor formal telah terhambat dengan banyaknya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Sektor formal ini terhambat walaupun ada iklim investasi baru, bahkan kadang-kadang di bagian manufaktur yang sudah tergantikan oleh mesin dan teknologi yang kian canggih,” ujar Nana kepada wartawan, Kamis 6 Agustus 2026.
Baca Juga : Duh, 210 Ribu Warga Kabupaten Bogor Menganggur
Nana mencontohkan, pesatnya perkembangan teknologi sempat mengakibatkan kasus PHK beberapa karyawan di salah satu perusahaan wilayah Kabupaten Bogor, yakni PT Hokkan Indonesia.
“Sektor manufaktur formal ini cenderung ada penurunan lapangan kerja, makanya kita minta kepada masyarakat beralih mengembangkan bisnis di sektor informal atau tenaga kerja mandiri,” ucapnya.
Baca Juga : 218 Ribu Orang Kabupaten Bogor Nganggur, Job Fair di Vivo Mall Diserbu Pencari Kerja
Oleh karena itu, Nana meminta angkatan kerja tahun 2026 tidak hanya mengandalkan satu keterampilan, melainkan memiliki keterampilan lainnya saat mengemban ilmu di sekolah serta universitas agar dibutuhkan perusahaan nantinya.
“Intinya perkembangan zaman saat ini harus bisa segera disesuaikan sama para pencari kerja, jangan sampai anak-anak kita sekolah hanya sekadar mengincar ijazah saja,” tuturnya.
Sebelumnya, Nana mengklaim bahwa Disnaker Kabupaten Bogor telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka pengangguran tersebut. Seperti dengan menyediakan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat kompetensi masyarakat.
“Kita adakan BLK supaya pencari kerja punya kompetensi di bursa pasar kerja,” terangnya beberapa waktu lalu.
Nana menyebut, BLK yang disediakan itu telah ada di Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.
“Kami memiliki 9 kejuruan yang dilatih di BLK, tetapi ada enam kejuruan yang kita lakukan secara Modul Training Unit (MTU) itu kita yang datang ke lokasi sesuai dengan proposal masyarakat yang nyampai ke kita,” ucapnya.
Selain BLK, Nana juga menuturkan telah menghadirkan Job Fair dan Bogor Career Center (BCC) untuk para pengangguran yang mencari pekerjaan.(*)





















