Bogor24Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyayangkan peristiwa viral ajakan pemasangan bendera Merah Putih yang terjadi di wilayah Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.
Peristiwa itu diketahui bermula saat jajaran Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Rancabungur mendatangi dan mengajak seorang tukang cukur untuk memasang bendera.
Berdasarkan video yang beredar, tukang cukur yang diketahui bernama Nurhidayat itu cekcok dengan pihak Kecamatan Rancabungur saat diminta memasang bendera Merah Putih di depan kios miliknya.
Hal tersebut hingga menimbulkan cekcok di antara kedua belah pihak. Karena Nurhidayat enggan memasang bendera tersebut.
Ditanya alasannya tidak memasang Bendera Merah Putih, Nurhidayat menuturkan bahwa Indonesia saat ini belum merdeka.
“Kata siapa sudah merdeka (Indonesia),” ucap Nurhidayat dengan risih saat sedang mencukur rambut pelanggannya.
Menanggapi itu, Kepala Badan Kesatuan dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bogor, Ferdinando Selmi Pardede menyayangkan adanya kejadian tersebut jelang HUT ke-81 RI.
“Alangkah naifnya kita tinggal mengisi kemerdekaan, tidak ada lagi penjajah yang menghantui kita seperti para pendahulu. Tinggal pasang bendera tapi masih berpandangan tidak nasionalis,” ujar Ferdi kepada wartawan di Cibinong, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurut Ferdi, kejadian tersebut merupakan perbedaan pandangan antara tukang cukur dengan pihak Kecamatan Rancabungur.
“Tapi harusnya rasa nasionalisme itu harus tetap dijunjung tinggi cinta terhadap tanah air,” ucapnya.
“Kita tidak mungkin berdiri saat ini dengan tenang dan aman tanpa ada kekhawatiran berondongan peluru, ini berkat para pejuang kita yang sudah mengorbankan nyawa, tetesan air mata, darah dalam mempertahankan Bendera Merah Putih,” sambungnya.
Apalagi, kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah menghimbau pemasangan Bendera Merah Putih di momen bulan Agustus melalui surat edaran (SE).
“Bagi-bagi bendera ke masyarakat yang tidak mampu beli juga sudah diberikan dan sekarang kita tinggal memasang untuk menggugah rasa nasionalisme, artinya perbedaan itu hal yang lumrah akan tetapi rasa nasionalisme adalah persatuan,” tuturnya.
Oleh karena itu, Ferdi meminta masyarakat Kabupaten Bogor bersatu di momentum bulan Agustus.
“Perbedaan pandangan itu hal yang wajar dalam negara demokrasi, tapi rasa nasionalisme tidak bisa dicampur adukan dengan ketidaksetujuan terhadap program pemerintah,” pungkasnya.(*)





















