Cianjur24update – Suasana berbeda berlangsung di Kopi Nako Cianjur. Manajemen Kopi Nako bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat menggelar kegiatan zikir dan tasyakuran, sekaligus berbagi kebahagiaan bersama puluhan anak yatim.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 anak yatim dan 20 orang masyarakat. Selain menjadi momentum tasyakuran, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta membangun suasana yang aman, damai dan nyaman di lingkungan Kopi Nako Cianjur.
Manajer Kopi Nako Cianjur, Rudi Saputra, mengatakan kegiatan keagamaan tersebut sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan, namun sebelumnya tidak banyak mendapat sorotan.
“Sebetulnya dari udah lama sih kita memang ada kegiatan seperti itu, cuma mungkin tidak adanya liputan dan segala macamnya. Jadi hal tersebut menjadi hal yang bagus, hal yang baik untuk Kopi Nako Cianjur sendiri,” ujar Rudi.
Rudi menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi pihaknya untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait keberadaan Kopi Nako Cianjur.
”Balik lagi, Kopi Nako hanya berjualan, hanya berbisnis. Tidak memberikan tempat-tempat untuk hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren At-Taqwa Cianjur, Ustadz Umar Burhanudin, mengatakan pihaknya hadir atas undangan resmi dari Kopi Nako Cianjur untuk mengikuti kegiatan zikir dan tasyakuran.
“Hari ini kita dapat undangan resmi dari Kopi Nako dan unsur yang ada di sini untuk berzikir, bersolawat, dan tasyakuran. Yang diminta itu anak yatim. Alhamdulillah kita bawa anak yatim sekitar 30 orang, kemudian bapak-bapak yang hadir 20 orang, jadi 50 orang,” ujar Ustadz Umar.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum menyampaikan imbauan kepada pengelola agar keberadaan Kopi Nako dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun para pekerja.
“Yang kita inginkan itu aman, damai, dan nyaman. Jadi siapa pun yang masuk di sini merasa nyaman, tidak terganggu oleh hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Ustadz Umar menyebut pihaknya juga telah menyampaikan imbauan serupa kepada sejumlah tempat usaha lainnya di Cianjur. Namun, menurutnya, respons dari masing-masing pengelola berbeda.
“Kita sudah menyampaikan ke tempat-tempat yang lain. Ada yang nurut, ada yang tidak. Yang penting kebajikan kita bersama, menjaga Cianjur damai,” katanya.
Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan pengelola tempat usaha terus dijaga sehingga tidak muncul persoalan yang dapat mengganggu ketertiban.(*)




















