Bogor24Update – Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-18 Di Aula SDIT Al-Irsyad, Al Islamiyyah Kota Bogor, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan.
Digelar pada Sabtu 22 Agustus 2026 malam, kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.
Dalam kesempatan itu, Dedie mendorong Pemuda Al-Irsyad untuk ikut berkontribusi dalam penataan kawasan Empang yang tengah direncanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.
Menurutnya, Al-Irsyad memiliki sejarah panjang di Kota Bogor. Organisasi tersebut telah berdiri lebih dari 112 tahun, jauh sebelum Indonesia merdeka 81 tahun lalu.
“Al-Irsyad ini kan sudah berdiri lebih dari 112 tahun. Artinya dengan pengalaman organisasi Al-Irsyad dan berlokasi di wilayah Empang, harapannya tentu Al-Irsyad ini dapat memberikan juga warna bagi Kota Bogor,” kata Dedie.
Ia menilai, peran Pemuda Al-Irsyad dibutuhkan seiring rencana Pemkot Bogor menata kawasan Empang, termasuk rencana penataan Alun-alun Empang dan wilayah sekitarnya.
Dedie juga meminta para pemuda ikut menjaga kondusivitas dan kebersihan lingkungan serta mendukung berbagai program pembangunan pemerintah.
“Dimulai dari rencana penataan Alun-alun Empang dan sekitarnya melalui kontribusi nyata. Sama-sama kita jaga kondusivitas, yang kedua sama-sama kita jaga kebersihannya, dan yang ketiga tentu kita juga harus aktif dalam mendukung langkah-langkah pemerintah dalam melaksanakan pembangunan,” ucapnya.
Dedie Rachim turut mengapresiasi kepemimpinan Saleh Thalib yang telah memimpin Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor selama tiga tahun terakhir.
Ia berharap siapa pun yang nantinya terpilih sebagai ketua baru dapat melanjutkan kolaborasi dengan Pemkot Bogor.
“Saya berharap banyak kepada Pemuda Al-Irsyad dan mudah-mudahan nanti direspons dengan baik. Siapa pun nanti yang terpilih tetap bisa melanjutkan kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah,” jelas Dedie Rachim.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Irsyad Kota Bogor Amir Hakim Baweel mengatakan, Muscab menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus memperkuat program sosial Pemuda Al-Irsyad.
“Target untuk pemuda mungkin melanjutkan estafet kepemimpinan yang sudah berlalu untuk lebih meningkatkan mutu tentang sosial, tentang keormasan. Mereka kan pemuda itu keormasan di Al-Irsyad dan bergerak di bidang sosial,” kata Amir.
Ia menjelaskan, sejumlah program sosial yang dapat terus dikembangkan antara lain sunatan massal, bantuan bagi korban bencana, serta berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.
Amir juga memastikan Al-Irsyad akan terus mendukung program Pemkot Bogor, termasuk rencana penataan Lapangan Empang.
“Semua program-program pemerintah yang sudah dicanangkan oleh Wali Kota Bogor kita terus mendukung karena kegiatannya cukup baik untuk kemasyarakatan,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor Saleh Thalib mengatakan, Muscab kali ini merupakan Muscab ke-18. Agenda utama kegiatan tersebut adalah memilih ketua baru sekaligus melakukan pergantian kepengurusan untuk periode 2026-2029.
Dalam Muscab tersebut terdapat dua kandidat yang akan memperebutkan posisi ketua, yakni Amar Fassa Askar dan Milzam. Jumlah pemilih diperkirakan lebih dari 100 orang yang telah terdaftar sebagai anggota Al-Irsyad.
Selama tiga tahun kepemimpinannya, Saleh mengatakan Pemuda Al-Irsyad telah menjalankan sejumlah program sosial dengan menggandeng pemerintah.
Salah satunya kegiatan ifthor shaimin yang setiap tahun melibatkan ribuan anak yatim dan duafa. Pada 2024 dan 2025, kegiatan tersebut masing-masing menghadirkan sekitar 1.000 anak yatim dan duafa.
“Alhamdulillah di tahun 2026, di terakhir ini di kepengurusan kita, kita bisa kolaborasi sama pemerintah mengadakan agendanya di lapangan Balai Kota dengan menghadirkan sekitar 2.000 anak yatim dan duafa,” katanya.
Selain itu, Pemuda Al-Irsyad juga rutin menyalurkan bantuan beras dan daging kurban kepada masyarakat sekitar Empang. Penyaluran tersebut disebut mencapai sekitar 3.000 bungkus setiap tahunnya.
“Hal-hal yang sudah baik kita lakukan itu wajib dilanjutkan atau mungkin bahkan ditingkatkan seperti tadi ifthor shaimin, kegiatan penyaluran beras dan daging kurban,” ujarnya.
Saleh Thalib berharap kepengurusan baru dapat memperbaiki berbagai kekurangan selama tiga tahun terakhir.
“Harapannya hal-hal yang tiga tahun ke belakang belum terlaksana atau kekurangan-kekurangan di kepengurusan saya bisa diubah menjadi lebih baik,” tutupnya. (*)





















