Bogor24Update – Sekolah Kesatuan Bogor meluncurkan sebuah buku yang merangkum perjalanan sejarah sekaligus kontribusi lembaga pendidikan tersebut dalam dunia pendidikan nasional.
Peluncuran buku tersebut digelar di Hari Ulang Tahun Sekolah Kesatuan ke-77 yang berlangsung di Gedung SMK Kesatuan Lantai 4, Kota Bogor, pada Senin, 24 Agustus 2026.
Anggota Dewan Pembina Sekolah Kesatuan Bogor, Budi Tirtawisata mengatakan bahwa buku tersebut bukan hanya menceritakan perjalanan Sekolah Kesatuan sejak berdiri secara formal pada 1949, tetapi juga mengungkap sejarah cikal bakal lembaga pendidikan tersebut.
“Usia Sekolah Kesatuan yang kita peringati sudah 77 tahun. Tetapi melalui buku ini ingin diceritakan juga sejarahnya. Bahwa sebelum tahun 1949, Sekolah Kesatuan itu sudah ada cikal bakal, bahkan sejak 1920,” ujarnya.
Menurut ia, perjalanan tersebut cukup panjang. Namun, pada masa awal, keberadaan Sekolah Kesatuan belum berbentuk sebagai lembaga pendidikan formal seperti saat ini.
“Jadi itulah yang diceritakan dari buku ini peran-peran founder-nya. Kemudian dilanjutkan secara formal pada tahun 1949 hingga sekarang ini,” ucapnya.
Selain itu, diharapkan Sekolah Kesatuan untuk terus memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan di masa mendatang.
“Ke depannya, bagaimana Kesatuan ini bisa lebih berbakti dalam dunia pendidikan. Khususnya dengan menyandang nama Kesatuan, tentu membutuhkan persatuan dan kesatuan. Kita ingin mempersiapkan generasi muda untuk masa depan,” jelas Budi.
Ia menyebut bahwa buku tersebut ditulis oleh Iwan Santoso yang juga merupakan alumni Sekolah Kesatuan. Menurutnya, Iwan memiliki ikatan emosional dan batin dengan Sekolah Kesatuan.
“Pak Iwan memiliki ikatan emosional dan kebatinan dengan Kesatuan. Ketika kami menjajaki penulisan buku, gayung langsung bersambut. Ada keterpanggilan dari Pak Iwan untuk menulis buku ini,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, dalam proses penulisan buku dilakukan melalui penelitian dan penelusuran berbagai referensi serta sumber sejarah. Dalam proses tersebut, Iwan turut memberikan dukungan, termasuk dengan dukungan dari Kompas.
“Kami berterima kasih sekali karena seluruh penelitian dan referensi, sumber-sumbernya melalui Pak Iwan yang didukung oleh Kompas,” tuturnya.
Ia menilai penerbitan buku sejarah Sekolah Kesatuan menjadi catatan tersendiri bagi lembaga tersebut. Ia berharap dokumentasi perjalanan sejarah ini dapat menjadi kebanggaan.
“Mungkin kita satu-satunya sekolah yang menulis mengenai sejarahnya sendiri. Saya kira ini menjadi suatu catatan tersendiri untuk Sekolah Kesatuan, suatu kebanggaan. Mudah-mudahan bisa berlanjut,” tutupnya. (*)




















