Bogor24Update – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 tingkat Kota Bogor kembali digelar di Gedung PPIB, Jalan Raya Pajajaran, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa, 22 September 2026.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, pelaksanaan MTQ tingkat Kota Bogor tahun ini tetap dapat diselenggarakan meski kondisi fiskal daerah masih terbatas.
“Alhamdulillah kita masih bisa melaksanakan MTQ yang ke-45 di tengah kondisi fiskal daerah yang memang terbatas,” ujar Dedie Rachim, usai membuka MTQ ke-45 tingkat Kota Bogor.
Dengan mengusung tema “Menjadikan Kota Bogor Menjadi Kota Religius, Maju dan Berkeadaban”, menurut Dedie Rachim, hal ini sejalan dengan arah pembangunan Kota Bogor, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun pembangunan manusia.
Pelaksanaan MTQ diharapkan menjadi salah satu tonggak dalam membina generasi muda agar memiliki akhlak yang baik serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.
“Yang namanya pelaksanaan kegiatan MTQ dalam rangka pembangunan manusia harus menjadi tonggak bagaimana kemudian kita bina anak-anak yang berakhlakul karimah, yang saleh dan salehah, yang nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin Kota Bogor yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan juga pegangan hidup,” jelas Dedie Rachim.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bogor, Ade Sarmili menjelaskan bahwa MTQ merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara terkonsep, terstruktur, dan terukur. Nantinya, para juara MTQ tingkat Kota Bogor akan dipersiapkan menjadi duta Kota Bogor untuk berlaga pada MTQ tingkat Jawa Barat, bahkan nasional.
“MTQ itu kegiatan rutin, tetap rutin, terkonsep, terstruktur, terukur, karena juara dari MTQ ini akan menjadi duta Kota Bogor di Jawa Barat, bahkan tingkat nasional,” kata Ade.
Kata Ade, MTQ juga diharapkan mampu membangun kesamaan nilai di tengah masyarakat Kota Bogor, dengan menjadikan Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca dan dipelajari, tetapi juga dipedomani dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan pekerjaan dan keahlian masing-masing.
Ia memaparkan, bahwa Peserta MTQ ke-45 merupakan utusan dari seluruh kecamatan di Kota Bogor. Setiap kecamatan mengirimkan peserta pada berbagai cabang yang diperlombakan.
“Alhamdulillah setiap kecamatan mengirimkan peserta penuh dari yang kita mohonkan. Mulai dar tilawah anak-anak, tartil remaja dan dewasa, tahfiz dari satu juz hingga 30 juz, kaligrafi, serta sejumlah perlombaan yang dilaksanakan Badan Koordinasi Majelis Ta’lim (BKMM), seperti lomba Asmaul Husna, qasidah, maulid, dan cerdas cermat syarhil Quran,” ujarnya.
Menurut Ade, keterlibatan seluruh kecamatan dalam MTQ menjadi gambaran mengenai bagaimana kegiatan keagamaan di tingkat wilayah tidak hanya dilaksanakan sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga diarahkan untuk memberdayakan masyarakat dan umat serta mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
“Nantinya pemenang satu, dua dan tiga akan dibina menjadi perwakilan Kota Bogor untuk masuk ke Jawa Barat, yang akan dilaksanakan pada April 2027 di Kota Bandung,” ungkapnya.
Ia menyebut, bahwa dalam beberapa tahun terakhir Kota Bogor konsisten berada di jajaran lima besar pada MTQ tingkat Jawa Barat.
“Pada 2025, Kota Bogor menempati peringkat keempat, setelah pada 2024 berada di peringkat kedua. Sementara pada 2023 Kota Bogor berada di peringkat keenam dan pada 2022 menempati peringkat kelima. Jadi kita selalu mendapatkan peringkat lima besar dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat,” pungkas Ade. (*)





















