Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan sejumlah venue yang akan digunakan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang akan digelar November 2026.
Salah satunya venue di Green Forest Bogor, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, yang menjadi lokasi pertandingan sejumlah cabang olahraga (cabor).
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, Kota Bogor mendapatkan tanggung jawab untuk menyelenggarakan 25 cabor dalam Porprov Jabar 2026. Namun, lima cabor di antaranya akan dilaksanakan di luar Kota Bogor karena mempertimbangkan ketersediaan sarana dan prasarana.
“Dari 25 cabor itu meskipun tanggung jawab dibawa KONI Kota Bogor, lima di antaranya dilaksanakan di luar Kota Bogor karena beberapa pertimbangan, misalnya terkait dengan ketersediaan sarana dan prasarana,” ujar Dedie Rachim. Kamis, 8 Oktober 2026.
“Jadi artinya yang murni dilaksanakan di Kota Bogor ada 20 cabor,” sambungnya.
Lebih lanjut kata Dedie Rachim, terdapat tujuh cabor yang akan dipusatkan di Green Forest Bogor dengan jumlah peserta mencapai sekitar 1.000 orang, terdiri dari atlet, ofisial, dan pihak pendukung lainnya.
Karena itu, ia bersama KONI beserta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Bogor melakukan peninjauan untuk memastikan kesiapan venue tersebut.
“Saya bersama ketua KONI bersama jajaran OPD Kota Bogor memastikan bahwa salah satu titik venue yang cukup penting di Kota Bogor adalah Green Forest Bogor. Kelihatannya sudah clear dan siap untuk dimanfaatkan dalam rangka Porprov ke-15 tahun 2026 di Jawa Barat,” katanya.
Dedie Rachim menyebut, cabor yang akan digelar di kawasan tersebut antara lain dansa, binaraga, anggar, petang, angkat besi, dan arung jeram.
“Insyaallah kalau dilihat dari seluruh fasilitas yang ada ini cukup memadai,” tuturnya.
Pemkot Bogor juga akan segera menyiapkan lintasan untuk cabor arung jeram yang akan memanfaatkan aliran Sungai Cisadane.
“Besok atau lusa kita akan segera menyiapkan area venue untuk arung jeram, karena arung jeram adanya di Sungai Cisadane,” ucapnya.
Sedangkan dalam persiapan lintasan arung jeram, kata Dedie Rachim, memiliki sejumlah tantangan, mulai dari keberadaan batu, ranting pohon hingga persoalan sampah.
“Dalam kesempatan ini saya memohon masyarakat untuk mulai tidak perlu membuang sampah lagi ke sungai. Karena Sungai Cisadane, area dari RW 13 dan 05 itu akan dipakai untuk lintasan arung jeram selama kurang lebih delapan hari,” ungkapnya.
Meski Begitu, menurutnya, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu diselesaikan sebelum pertandingan berlangsung.
“Seperti lighting, kemudian Petang itu masih harus ditambah pasir, jadi menyesuaikan dengan syarat kondisi dari cabor untuk bisa melaksanakan pertandingan,” pungkasnya. (*)






















