Sukabumi24update – Warga Kampung Margaluyu Dua, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat digegerkan dengan penemuan jasad seorang wanita muda tanpa identitas (Mrs. X) di perkebunan milik warga, Selasa (13/10/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Kondisi jasad saat ditemukan sangat memprihatinkan. Seluruh tubuh korban telah mengalami pembusukan lanjut (dekomposisi) dan kaki sebelah kiri putus. Penemuan tersebut langsung menggegerkan warga sekitar yang kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.
Satreskrim Polres Sukabumi yang menerima laporan langsung turun tangan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim identifikasi.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, mengatakan informasi awal berawal dari warga yang hendak pergi ke kebun miliknya dan melihat sesosok mayat tergeletak di semak-semak kebun.
“Dari dasar informasi tersebut, kami dari Satreskrim Polres Sukabumi bersama personel identifikasi dan penyidik melaksanakan olah TKP. Informasi berawal dari warga yang hendak ke kebun miliknya, lalu melihat sesosok mayat di sekitar kebun dan dilaporkan ke polsek setempat,” kata Dudi saat dikonfirmasi di Mapolres Sukabumi, Rabu (14/10/2026).
Saat pemeriksaan awal di TKP, jasad ditemukan dalam kondisi pakaian atas yang terbuka serta tubuh yang telah mengalami dekomposisi lanjut.
“Dari hasil olah TKP, kami menemukan sesosok mayat dalam keadaan terbuka pakaian atas, kemudian menggunakan celana, berjenis kelamin perempuan. Kondisi tubuh korban saat itu kita melihat sudah mengalami pembusukan lanjut,” ungkapnya.
Polisi mendalami dugaan tindak pidana usai menemukan indikasi luka akibat benturan benda tumpul pada tubuh korban. Meski demikian, kepastian penyebab kematian masih menunggu pemeriksaan forensik.
“Dari olah TKP sementara, kami mengindikasikan bahwa terdapat beberapa luka diduga akibat dari benda tumpul. Namun untuk memastikan hal tersebut, kami memerlukan pemeriksaan medis secara menyeluruh sehingga dapat disimpulkan apakah memang penyebabnya merupakan kekerasan atau ada hal-hal lain yang mengakibatkan meninggal dunianya jenazah tersebut,” jelas Dudi.
Selain memeriksa kondisi fisik jasad, penyidik menyisir area sekitar kebun dan mengamankan sejumlah barang yang tercecer yang diduga milik korban.
“Dari sekitar TKP kami juga menemukan beberapa petunjuk berupa sandal-sandal yang digunakan dan beberapa petunjuk-petunjuk lainnya yang sedang kami dalami. Terhadap jenazah, selanjutnya kami membawa ke rumah sakit untuk dilaksanakan pemeriksaan luar ataupun autopsi sebagaimana yang dibutuhkan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan,” ucapnya.
Jasad korban kemudian dievakuasi oleh polisi dibantu warga ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Hingga saat ini, belum ada kartu identitas yang ditemukan di lokasi. Ciri-ciri spesifik seperti rentang usia maupun tinggi badan korban juga belum dapat dipastikan.
“Pada saat pemeriksaan TKP, kami di lokasi tidak menemukan identitas korban. Untuk tinggi badan atau usia, sampai saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan luar, visum et repertum, dan autopsi dari pihak medis,” paparnya.
Terkait kondisi TKP yang berada di ceruk perbukitan sepi dan jauh dari permukiman, polisi juga mendalami kemungkinan adanya interaksi satwa liar yang merubah posisi jenazah.
Kepolisian saat ini menelusuri identitas korban melalui jejak digital dan media sosial, sekaligus meminta peran aktif masyarakat.
“Kami juga menyampaikan kepada masyarakat, apabila ada yang merasa kehilangan anggota keluarga atau kerabatnya, untuk segera menghubungi kami di layanan 110 agar segera ditindaklanjuti dan mempercepat proses penyelidikan,” pungkas Dudi.
Penulis: Tim Sukabumi24update
Editor: Redaksi Sukabumi24update
Sumber: Kasat Reskrim Polres Sukabumi




















