Bogor24Update – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau pembangunan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di kawasan Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Didampingi Wali Kota Bogor Dedie A.Rachim, Maruar ingin memastikan kesesuaian kondisi rumah sebelum dan sesudah mendapatkan intervensi.
“Tentu dengan niat baik, tapi juga mesti punya konsep yang utuh. Jadi kita bagaimana menggabungkan berbagai macam dukungan negara,” kata Maruarar.
Warga penerima manfaat program BSPS atau bedah rumah Kementerian PKP tersebut dua diantaranya adalah seorang ibu yang berprofesi sebagai penjual soto dan seorang bapak yang bekerja sebagai sopir angkutan kota.
Kota Bogor jumlah rumah yang mendapatkan program bedah rumah, dijelaskanya, menjadi yang terbanyak sepanjang masa di Jawa Barat. Dimana menurut ia, sebelumnya jumlahnya 6.360 unit kemudian meningkat menjadi 49.229 unit.
Sedangkan untuk tahun ini, di Kota Bogor sebanyak 1.249 rumah telah mendapatkan perbaikan melalui program Kementerian PKP.
Maruarar menegaskan bahwa program ini harus tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kota Bogor.
“Tapi tentu harus tepat sasaran. Nah, sesudah rumahnya diperbaiki, datang nih ATR/BPN bantu kerja sama dengan perumahan, bantu sertifikat buat rakyat. Ada kriterianya MBR, masyarakat berpenghasilan rendah atau penerima bedah rumah. Dengan bantuan antarlintas instansi, lembaga, dan kementerian negara harus hadir,” tegasnya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan terima kasih kepada Menteri Maruarar atas bantuan yang diberikan kepada Kota Bogor.
Menurut Dedie, ada pesan penting yang ditangkap dari kunjungan yang dilaksanakan pada Sabtu 7 November 2026 tersebut, yakni perlunya intervensi lintas sektor, termasuk sektor keuangan, untuk meningkatkan penghasilan masyarakat.
“Dengan intervensi dari berbagai sektor, termasuk sektor keuangan, artinya bisa meningkatkan penghasilan masyarakat, dan nantinya justru masyarakat yang tangannya di atas akan lebih banyak, sementara yang masih harus dibantu, kita fokus bantu sesuai dengan data yang kita miliki,” kata Dedie.(*)




















