Bogor24Update – Ratusan warga terdampak aktivitas penutupan tambang, melakukan aksi unjuk rasa di Lapangan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin, 4 Mei 2026.
Warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cigudeg-Rumpin-Parungpanjang (AMCRP) mendatangi Kantor Pemerintahan Kabupaten Bogor dengan menggunakan bus hingga pikap.
Koordinator Lapangan Aksi AMCRP, Asep Fadhlan mengatakan bahwa aksi demonstrasi dengan jumlah yang mencapai ratusan orang itu murni keinginan dari masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya ke Pemkab Bogor.
“Tujuan kita ke sini ingin meminta kejelasan, kita ingin operasional tambang legal yang ditutup itu bisa dibuka kembali,” ujar Asep kepada wartawan.
Musabab, lanjut Asep, ada sekitar 20 lebih operasional tambang legal di tiga kecamatan tersebut yang ditutup oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) sejak Oktober 2025 lalu.
Akibatnya, lanjut dia, tiga kecamatan yang terdampak penutupan operasional tambang tersebut mengalami darurat ekonomi sosial.
“Ratusan masyarakat kehilangan penghasilan dari sektor tambang yang merupakan sumber utama mata pencaharian di sana, kita mengalami yang namanya darurat ekonomi sosial,” ucapnya.
Bahkan, Asep mengungkapkan bahwa kriminalitas juga menjadi meningkat di tiga kecamatan tersebut pasca ditutupnya operasional tambang.
“Karena kehilangan mata pencaharian itu kriminalitas meningkat seperti pencurian motor, pompa air, begal, sampai angka perceraian tinggi yang membuat banyak janda-janda di sana,” ungkapnya.
Kemudian, Asep juga mendesak untuk pemberian kompensasi penutupan operasional tambang di tiga kecamatan itu diberikan secara merata.
“Kami minta ke Pemkab Bogor untuk tolong bantu sampaikan aspirasi ini ke KDM agar bantuan yang diberikan merata, karena sampai saat ini belum merata,” tuturnya.
Selain itu, Asep pun mendesak Pemkab Bogor mempercepat pembangunan jalur khusus tambang yang selama ini menjadi persoalan utama di tiga kecamatan tersebut.
“Bogor bagian Barat ini seolah tidak tersentuh oleh pemerintahan, khususnya jalur untuk tambang yang sampai saat ini tidak terealisasi. Jika kami dilupakan, maka izinkan kami berpisah saja dari bagian Bogor Barat,” paparnya.
Lebih lanjut, Asep berharap aksi demonstrasi yang dilakukan di kawasan Pemkab Bogor itu nantinya aspirasi masyarakat bisa disampaikan ke KDM oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto.(*)






















