Bogor24Update – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menjadikan wilayah barat dan timur sebagai pusat ekonomi baru untuk persiapan rencana pemekaran wilayah.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar pada saatnya nanti pemekaran tiba, maka kedua wilayah tersebut sudah dalam kondisi siap.
“Karena kami masih menunggu keputusan yang sepenuhnya ada di pusat, maka kami hari ini bicaranya bukan pemekaran wilayah, tapi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat dan timur,” ujar Rudy kepada wartawan, Senin 25 Mei 2026.
Rudy menyebut, pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat berpusat di Kecamatan Cigudeg. Sedangkan untuk wilayah timur, akan berpusat di Kecamatan Sukamakmur.
“Kalau wilayah barat di Kecamatan Cigudeg itu kan masih banyak kebun kelapa sawit yang lahannya masih milik PTPN, maka kami Pemkab Bogor sedang berproses untuk menyelesaikan tahapan administrasinya,” jelasnya.
Untuk prosesnya, kata Rudy, pusat pertumbuhan ekonomi baru akan dimulai pada 2026, terlebih untuk wilayah timur
“Land clearing untuk pusat pertumbuhan ekonomi baru wilayah timur sudah selesai, seperti kami menuntaskan pembangunan Jalan Transyogi hingga Desa Sukaresmi yang anggaran pembiayaannya sudah disetujui oleh DPRD Kabupaten Bogor,” ucapnya.
Kemudian, lanjut Rudy, pertumbuhan ekonomi baru di Bogor Barat masih dalam proses pembangunan.
“Wilayah barat itu kami berfokus pada beberapa program pemerintah pusat seperti sport center Rancabungur, PSEL yang ground breaking pada Juni, penuntasan ruas Jalan Malasari dan Rumpin hingga Parungpanjang,” tuturnya.
Untuk sumber biaya dari pembangunan ekonomi baru di wilayah barat dan timur, Rudy mengaku akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor.
“Tapi sumber APBD itu ada sebagian yang kita kolaborasikan dengan program pusat seperti sport center dan pembebasan lahan jalan dari Rancabungur hingga Leuwiliang,” ungkapnya.
“Maka, lahan jalan yang akan kita bebaskan itu trasenya kami sesuaikan dengan perencanaan pemerintah pusat, sehingga saat pemerintah pusat membangun simultan dengan kebijakan Pemkab Bogor,” sambungnya.
Ia berharap pembangunan dua pusat pertumbuhan ekonomi baru bisa berjalan lancar agar masyarakat tidak sepenuhnya datang ke Cibinong untuk mengurus berbagai hal.
“Kami ingin membangun beberapa fasilitas atau infrastruktur, khususnya yang menyangkut langsung kepada pelayanan publik,” pungkas Rudy.(*)





















