Bogor24Update – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Baznas Kota Bogor meluncurkan program Z-Mart dan Z-Auto.
Proses peluncuran berlangsung di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah pada Jumat, 5 Juni 2026. Program ini merupakan salah satu bentuk program zakat produktif yang diinisiasi Baznas RI.
Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan pada Baznas RI, H. Idy Muzayyad mengatakan, pihaknya bersama Pemkot Bogor dan Baznas Kota Bogor telah meluncurkan program Z-Mart dan Z-Auto.
“Kami tadi meluncurkan program Z-Mart senilai Rp400 juta untuk 50 penerima manfaat,” ujarnya.
Idy menjelaskan, Z-Mart ini adalah warung kelontong, tapi berbasis dana zakat, infak, sedekah yang merupakan salah satu bentuk program zakat produktif.
”Kami harapkan para penerima manfaat itu nanti bisa bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki, minimal munfik atau yang bisa berinfak dan bersedekah,” ucapnya.
lanjut ia, ada juga program Z-Auto itu adalah untuk program bengkel motor ada 5 penerima manfaat, masing-masing Rp20 juta. Hal tersebut sebagai bentuk Baznas berpartisipasi untuk pemberdayaan masyarakat.
“Ini program nasional, tapi yang kami tempatkan di Kota Bogor kali ini. Penerimanya adalah memang yang dari kalangan mustahik tidak mampu, yang kemudian kami bina untuk memiliki keterampilan dalam berdagang maupun bengkel motor, jadi montir,” katanya.
“Kami mengharapkan nanti ada program yang sama tapi berbasis dari dana dari Baznas Kota Bogor,” sambungnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin menjelaskan, ia mewakili Pemkot Bogor berterima kasih kepada Baznas RI dan Baznas Kota Bogor yang konsisten membantu program pengentasan kemiskinan, sosial yang sasarannya para mustahiknya jelas bahwa warga Kota Bogor dan tidak mampu.
“Sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku,” tuturnya.
Program yang digulirkan menarik dan ini yang ditunggu oleh dirinya. Program itu tidak hanya sekali beri, sekali habis, tapi program yang bisa berkembang, berkelanjutan dan meluas. Artinya, ini men-trigger perusahaan swasta, BUMD, bahwa ke depan, basis-basis CSR dan TJSL diharapkan ke sektor yang tadi seperti dengan Baznas lakukan.
“Entah bengkel, UMKM, warung kelontong, yang itu bisa berkembang dan merekrut tenaga kerja juga. Bengkel kan enggak mungkin tidak ada tenaga kerja, pasti mereka rekrut juga tim yang lainnya,” jelasnya.
“Kami mengapresiasi dan terimakasih untuk Baznas Republik Indonesia yang sudah berkenan meluncurkan program yang luar biasa. Semoga ke depannya konsisten, semakin berkembang, didukung oleh pihak-pihak stakeholder dan mitra yang selama ini ada, ikut tertarik juga untuk mengembangkan usaha yang sudah ada,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Ketua Baznas Kota Bogor, Subhan Murtadla memaparkan, program Z-Mart mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di perkampungan. Jika bahasa sederhananya, warung-warung kelontong dukung barang-barang dan permodalannya. Itu yang pertama, baru 50 penerima manfaat.
“Kemudian yang kedua, ada program mengatasi persoalan stunting. Makanya kami memberdayakan masyarakat, ada 20 orang untuk menjadi peternak petelur. Alhamdulillah sudah berjalan. Mudah-mudahan ke depannya bukan hanya ini, tapi kami semua mendukung program ini,” tutupnya. (*)





















