Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kenyamanan akses bagi masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, melalui penertiban bangunan liar dan perbaikan infrastruktur jalan serta drainase.
Hal itu disampaikan Wali kota Bogor, Dedie A. Rachim saat meninjau pembongkaran bangunan liar di atas drainase di Jalan Cipinanggading, Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis, 2 April 2026 malam.
Dedie Rachim menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan akses yang lebih baik bagi warga.
Selama ini, sejumlah ruas jalan dinilainya masih terkendala oleh keberadaan bangunan liar dan aktivitas yang menghambat kelancaran lalu lintas.
“Ini adalah ikhtiar kita semua untuk bagaimana memberikan akses yang lebih nyaman dan lebih baik untuk masyarakat Bogor Selatan, yang selama ini masih terkendala oleh proses penyelesaian trase baru. Jadi paling tidak dengan kita membongkar yang selama ini menghambat masyarakatnya akan lebih nyaman,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, kegiatan penertiban dilakukan di sejumlah titik, termasuk pembongkaran 14 bangunan liar yang berdiri di atas saluran air. Selain itu, beberapa titik lain seperti kawasan Balai Penelitian Pertanian juga akan menjadi perhatian lanjutan.
“Untuk yang ke arah BNR nanti kita cek juga masih ada atau tidak. Jadi ada titik-titik perbaikan geometri dan juga penyempurnaan akses,” terangnya.
“Tadi ada yang sukarela membongkar sendiri kita berikan apresiasi,” sambung Dedie Rachim.
Selain di Bogor Selatan, Dedie Rachim menjelaskan, penertiban juga dilakukan di wilayah lain. Di Jalan Dr. Sumeru, tercatat sekitar 20 lapak pedagang kaki lima (PKL) dibongkar secara mandiri. Sementara itu, masih ada sekitar 14 bangunan liar lainnya yang akan segera ditertibkan.
“Bukan hanya di Bogor Selatan, di Bogor Barat juga dan nanti kita lanjut ke beberapa titik yang lain,” ungkapnya.
Ia menyebut, upaya penataan juga mencakup wilayah Bogor Tengah, dengan fokus pada penguatan kawasan jalan seperti Jalan Roda, Pedati, dan Lawang Seketeng agar tetap kondusif dan nyaman bagi warga.
“Kita lakukan terus operasi untuk pengalihan rute angkutan sayur dan buah diarahkan ke Pasar Gembrong dan Jambu Dua,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebijakan ini juga salah satu tindak lanjut dari arahan Presiden terkait penataan kota. Mulai dari penertiban billboard dan kabel, pembongkaran bangunan liar hingga perbaikan drainase.
“Nanti ada kanstinisasi, jadi ruang milik jalan itu saya instruksikan dibikin lebih representatif dengan pemasangan kanstin. Biar jelas mana ruang milik jalan dan mana saluran air,” pungkasnya. (*)





















