Bogor24Update – Perum BULOG Cabang Bogor terus memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga jagung nasional melalui pelaksanaan penugasan pemerintah, baik dalam penyerapan jagung produksi petani dalam negeri maupun penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Melalui program tersebut, BULOG menyalurkan jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram guna mendukung ketersediaan bahan baku pakan yang terjangkau bagi peternak sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan nasional.
Pelaksanaan program SPHP jagung tahap I tahun 2026 menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data per 7 Oktober 2026, dari total alokasi 594.000 ton, realisasi penyaluran telah mencapai 100 persen.
Capaian ini mencerminkan komitmen BULOG Kancab Bogor dalam mempercepat distribusi jagung agar manfaat program semakin dirasakan oleh peternak di Kabupaten Bogor.
Capaian tersebut menunjukkan keseriusan BULOG dalam memperluas akses peternak mikro terhadap jagung pakan dengan harga terjangkau, sehingga dapat membantu meringankan biaya produksi sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
Pemimpin Bulog Cabang Bogor, Dadan Irawan menegaskan bahwa percepatan penyaluran SPHP jagung merupakan bagian dari langkah konkret BULOG Cabang Bogor dalam memastikan peternak mendapatkan akses bahan baku pakan dengan harga yang terjangkau.
“BULOG berkomitmen penuh memastikan jagung tersedia dan dapat diakses oleh para peternak dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp5.000 per kilogram. Kami terus mengoptimalkan seluruh jaringan distribusi agar manfaat program ini benar-benar dirasakan oleh peternak. Bagi kami, menjaga stabilitas jagung bukan hanya soal ketersediaan stok, tetapi juga memastikan keberlangsungan usaha peternak sebagai bagian penting dari ketahanan pangan nasional,” ujar Dadan dalam keterangannya dikutip Kamis, 8 Oktober 2026.
Hingga saat ini, program SPHP jagung telah menjangkau 3 koperasi dan asosiasi peternak dengan total 7 peternak yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Bogor. Penyaluran dilaksanakan melalui koperasi dan asosiasi peternak sebagai mitra distribusi.
Melalui mekanisme tersebut, BULOG berupaya memastikan distribusi jagung berlangsung tepat sasaran dan mendukung kebutuhan peternak secara berkelanjutan. (*)





















