Dari fokus tersebut, lanjut Jenal, dapat digambarkan bahwa secara umum bahwa kepatuhan peserta JKN terhadap pembayaran iuran masih rendah, tercermin dari keaktifan peserta JKN di Kota Bogor hanya sebesar 76 persen dari 99,9 persen penduduk yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN.
Jenal berharap penduduk Kota Bogor dapat meningkatkan kepatuhan dalam pembayaran iuran JKN, lantaran dengan memastikan kepesertaan JKN aktif akan mempermudah penggunaan manfaat dari program JKN pada fasilitas kesehatan.
Dia menambahkan bahwa BPJS Kesehatan juga berfokus terhadap transformasi mutu layanan untuk meningkatkan kepuasan peserta JKN melalui kemudahan akses, kecepatan dan kesetaraan layanan dari fasilitas kesehatan.
Salah satunya, adalah berkoordinasi kepada dinas kesehatan dan juga fasilitas kesehatan yang bekerja sama di Kota Bogor untuk dapat menambahkan layanan spesialistik bedah mulut.
“Kami merespon dan menindaklanjuti setiap keluhan peserta JKN yang masuk ke BPJS Kesehatan Cabang Bogor, seperti salah satunya adalah masalah antrean yang panjang untuk tindakan pada layanan spesialistik bedah mulut,” katanya.
“Kami sudah melaksanakan koordinasi kepada Dinas Kesehatan Kota Bogor dan juga fasilitas kesehatan yang sudah melayani peserta JKN agar menambah tenaga kesehatan terkait bedah mulut, yang saat ini hanya tersedia lima dokter bedah mulut di Kota Bogor,” kata Jenal memungkas.