Bogor24Update – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan akan menutup dan memagari salah satu akses di sekitar perlintasan kereta api sebagai upaya meningkatkan keselamatan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat meninjau pemasangan pagar di perlintasan kereta api Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal.
Dedie Rachim mengatakan, lokasi tersebut telah beberapa kali menjadi titik kecelakaan akibat masih adanya pengendara maupun pejalan kaki yang nekat menerobos jalur rel.
“Yang pertama, di titik ini sudah beberapa kali terjadi kecelakaan. Bahkan ada beberapa kendaraan yang nekat menerobos sehingga menimbulkan korban,” ujar Dedie kepada wartawan.
“Oleh karena itu, Pemkot Bogor berkoordinasi dengan PT KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan untuk melakukan penutupan pada perlintasan yang selama ini sangat longgar,” sambungnya.
Menurut Dedie, sebelumnya masyarakat masih bisa menerobos atau melompati area tersebut.
“Dengan adanya pembatasan dan pemagaran ini, mudah-mudahan keselamatan masyarakat bisa lebih kita jaga dari potensi terjadinya kecelakaan,” ucapnya.
Bukan hanya di lokasi tersebut, Pemkot Bogor juga berencana melakukan pemagaran di bawah flyover Jalan RE Martadinata. Selain itu, pemerintah tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai persiapan penutupan perlintasan sebidang di Jalan MA Salmun.
“Jadi, perlintasan di MA Salmun itu nantinya akan kita tutup total,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, sebagai solusi bagi mobilitas masyarakat, Pemkot Bogor akan menyiapkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) serta jembatan penyeberangan khusus bagi pengendara sepeda motor.
“Ini adalah langkah-langkah yang kita ambil untuk mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya kecelakaan yang melibatkan pengendara motor,” jelasnya.
Ia mengungkapkan bahwa ada permintaan dari PT KAI untuk kebutuhan maintenance atau pemeliharaan.
“Saya minta nanti pihak KAI saja yang memegang kuncinya. Jadi, kalau ke depan ada apa-apa, mereka bisa melakukan pemeliharaan jalur dengan mudah tanpa harus menunggu proses koordinasi yang panjang dengan Pemkot Bogor,” bebernya.
Setelah proses pemagaran selesai, imbuh Dedie, untuk area di seberang tepatnya di putaran dari arah KS Tubun, akan dibangun taman oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim). Kemudian di area sampingnya.
“Jadi jangan sampai area ini sepenuhnya dikuasai oleh PKL (Pedagang Kaki Lima), nanti kesannya menjadi kumuh. Kalau sudah kumuh, itu akan menimbulkan kerawanan. Kita juga ingin agar tugas para aparat di lapangan, seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas, tidak terlalu berat. Kita ringankan beban mereka dengan cara menekan potensi kerawanan sosial, mencegah titik kumpul massa yang tidak tertib, sekaligus memastikan keselamatan warga yang melintas di sekitar jalur ini,” pungkasnya. (*)




















