Bogor24Update – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengunjungi Waste Analysis and Characterization Study (WACS) di lapangan Bansus RT 03 RW 10, Kelurahan Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat, 24 April 2026.
Kegiatan ini juga bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memperkuat kebijakan pengelolaan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Dedie Rachim menyoroti bahwa permasalahan sampah tidak hanya berasal dari dalam kota, tetapi juga dipengaruhi oleh aliran sungai dari wilayah sekitar, termasuk daerah di luar Kota Bogor.
“Yang namanya sampah selama belum ada kesadaran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai, masalahnya pasti akan terjadi banjir, banjir lintasan dan permasalahan lingkungan dan lain sebagainya,” ujarnya.
Dedie Rachim menjelaskan, menjelang rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, Pemerintah Kota Bogor diwajibkan memastikan arah kebijakan penanganan sampah dari hulu ke hilir. Termasuk di dalamnya proses pemilahan.
“Hari ini di RW 10 Kelurahan Situgede, kita bekerja sama dengan Diet Plastik, Lurah, Camat, RT, RW, LPM, dan seluruh OPD secara bersama-sama memulai sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana memilah sampah,” katanya.
Pada saat meninjau, lanjut ia, ternyata jenis sampah yang paling dominan adalah popok bayi. Sampah ini dikategorikan sebagai residu, sehingga tidak boleh dicampur dengan sampah organik seperti sisa makanan.
“Nanti di masing-masing wilayah akan ada penampungan untuk popok bayi. Jika suatu saat kita sudah punya pembangkit listrik tenaga sampah, popok ini akan cepat terbakar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, jika sudah PSEL nanti punya kewajiban untuk menyetor sampah ke fasilitas tersebut. Pada intinya sekarang sampah diambil, namun tetap ditumpuk, kalau nanti menjadi pembangkit listrik.
“Ini kan keunggulannya disitu. Kalau ditumpuk lagi alam dan lingkungan akan rusak juga. Tapi kalau jadi listrik ada kemanfaatan,” pungkasnya. (*)




















